Bertaubatlah tanpa ‘Tapi’, Berbenahlah Sejak Dini

Ilustrasi: Konfrontasi3.rssing.com

Penulis: Tumbularani

Pernahkah kalian tersesat hingga kalian tidak tahu bagaimana caranya pulang? Atau pernahkah kalian berada di dalam ruangan yang sangat gelap sehingga kalian tidak bisa menemukan jalan keluar? Disaat seperti itu apa yang bisa kalian lakukan? Berusaha mencari jalan keluar, bertanya pada orang lain atau pasrah dengan keadaan?

Begitulah manusia di zaman sekarang, sudah semakin jauh dari jalan Allah Subhanahu wa taala, begitu banyak penyimpangan dan dosa-dosa yang menyebar hingga tak seorang pun yang mampu terbebas dari keburukan serta kejahatan duniawi, kecuali bagi orang yang dilindungi oleh Allah Subhanahu wa taala. Mereka masih belum mampu bangun dari tidur panjang kelalaian yang semakin lama semakin jauh menyesatkan.

Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam surah Al-Kahf ayat 17 yang artinya “Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”

Manusia adalah makhluk Tuhan yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, sebab manusia bukanlah malaikat, yang tidak memiliki dosa sedikit pun. Namun, kita harus tahu sebaik-baik seorang hamba adalah dia yang mau bertaubat. Dan sebaik-baik taubat adalah taubatan nasuha.

Berbicara soal taubat, tahukah kalian bahwa manusia terbagi menjadi dua jenis? Manusia jenis pertama adalah manusia yang mau bertaubat dan meninggalkan perbuatan buruk menuju kearah yang lebih baik. Jenis manusia yang kedua adalah manusia yang tetap pada kesesatan yang nyata. Tidak ada jenis ketiga. Allah berfirman “Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (Q.S Al-Hujarat:11)

Begitu banyak alasan-alasan klasik yang sering terlontaran di antara kita ketika ingin bertaubat. “Apa mungkin dosa-dosaku diampuni oleh Allah? Dosa-dosaku sungguh teramat banyak, bahkan kalian sendiri tidak mampu membayangkan betapa besar dosa-dosaku dan betapa jauhnya aku dari Allah? Aku tidak yakin Allah akan mengampuniku, bahkan setelah aku bertaubat. Adakah yang bisa menjamin bahwa taubatku akan diterima?”

Dan kita sebagai seorang muslim wajib berpegang teguh pada Alquran dan sunah, karena itulah prinsip-prinsip petunjuk hidup kita. Jika persoalan ini kita ambil jawabannya dari Alquran kita akan menemukan jawabannya.

Seperti yang terdapat dalam Alquran surah Az-Zumar ayat 53-54, artinya “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya”.

Inilah jawaban dari persoalan di atas. Saya rasa ayat ini sudah jelas dapat menjawab permasalahan di atas tanpa harus dijelaskan lebih lanjut. Setelah itu, kalian mungkin akan bertanya, “Apa yang bisa kulakukan setelah aku bertaubat?” Hanya ada dua hal yang bisa kalian lakukan dalam hal ini. Pertama, menyesali dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi serta merasa jijik dan malu jika mengingat kembali dosa-dosa yang pernah dilakukan di masa lampau. Kedua, mengisi segala perbuatan kalian dengan hal-hal yang baik, yaitu hal-hal yang disukai oleh Allah Subhanahu wa taala, sehingga semakin meningkatkan ketakwaan kalian terhadap Sang Khalik.

Kita semua harus mengingat bahwa kehinaan yang sesungguhnya bukanlah kehinaan yang muncul di dunia, tetapi pada hari kiamat, hari kebangkitan, dan hari perhitungan. Pada saat itu hari kehinaan terbesar datang. Pasalnya bukan hanya seratus atau dua ratus orang, bukan pula seribu atau dua ribu orang yang menyaksikan. Namun, di hadapan seluruh makhluk ciptaan Tuhan, baik itu malaikat, jin, dan manusia dari sejak Adam dilahirkan sampai yang terakhir. Masih maukah kalian menunda untuk bertaubat? Siapkah kita merasa hina di hadapan Allah dan semua makhluk ciptaan-Nya?

Setelah penjelasan di atas yang saya paparkan, kini tidak ada lagi alasan-alasan klasik yang membuat kita menunda untuk segera bertaubat. Bertaubatlah selagi masih ada waktu, jangan biarkan waktumu habis sebelum kamu bertaubat. Percayalah penyesalan akan datang bagi siapa pun yang tidak bertaubat.

Untuk itu marilah sama-sama kita bertaubat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena sebaik-baik hamba dialah yang mau bertaubat. Jangan biarkan kelalaian menghancurkanmu. Mulai dari sekarang bertaubat tanpa tapi, memperbaiki diri tanpa henti.

Editor: Rizki Audina

Latest articles

Semarakkan Ramadan, HMI FSH UIN SU Gelar Perlombaan

Medan, Dinamika Online – Semarakkan bulan suci Ramadan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN SU melaksanakan lomba "Gema Ramadan" yang...

Bahas HAM di Indonesia, HMJ Muamalah Adakan Diskusi

Medan, Dinamika Online - Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HMJ Muamalah) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SU mengadakan Diskusi Literasi via Google...

WOL Adakan Seminar Literasi: Buat Karya Bermanfaat dan Dicintai

Medan, Dinamika Online – Komunitas World of Literature (WOL) mengadakan seminar literasi secara daring dengan mengusung tema “Tips Membuat Karya Yang Bermanfaat Dan Dicintai”...

Gubernur Imbau Masyarakat Sumut Laksanakan Doa Serentak

Medan, Dinamika Online - Sehubungan dengan mewabahnya Covid-19, Gubernur Sumut mengimbau agar masyarakat Sumut melaksanakan doa bersama secara serentak pada hari Kamis, (14/5) pukul...

Hibar Bagikan Tip dan Trik Menulis Asyik Lewat Diskes

Medan, Dinamika Online - Divisi diskusi dan pergerakan sosial komunitas Hijrah Bareng (Hibar) mengadakan Diskusi Kepenulisan (Diskes) dengan mengusung tema “Tips dan Trik Menulis...