Beramal Baiklah Layaknya Seperti Lebah

(Foto/Ilustrasi/Pexels)

Penulis : Khoiriah Syafitri

“Teruslah berbuat kebaikan dan jangan pernah bosan. Sebab tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan kebaikan itu juga bahkan kebaikan yang lebih baik lagi.”

Hidup ini berjalan di atas qada dan qadar Allah Ta’ala. Segala aktivitas apa pun dan hasilnya mau bagaimana pun, selama diniatkan lillahi ta’ala maka akan berdampak menjadi pahala, begitu juga sebaliknya. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa  kebaikan menjadi pahala dan keburukan menjadi dosa.

Hal ini terkait pada satu kata dalam judul yang tertera di atas yaitu lebah. “Mengapa lebah?”. Bisa kita renungkan dahulu, mengapa lebah cepat menemukan bunga? Ya, mata lebah hanya melihat bunga, karena di dalam pikiran lebah hanyalah madu dan madu saja, tidak ada yang lain. Sehingga kebaikan itu bisa dikatakan sebagai madu.Mengapa demikian? Kita sebagai manusia melakukan suatu tindakan pastinya melibatkan hati dan pikiran. Maka ketika hati dan pikiran itu mengarah pada hal-hal baik, maka akan menghasilkan kebaikan secara terus menerus.

Lantas, bagaimana jika hati dan pikiran yang mengarah kepada hal-hal buruk? Dibandingkan madu, maka bisa kita ibaratkan keburukan itu seperti kotoran. Layaknya lalat yang cepat menemukan kotoran, karena pikiran lalat hanyalah kotoran-kotoran saja dan tidak ada yang lain. Sehingga ketika hati dan pikiran mengarah pada hal-hal buruk, maka akan menghasilkan keburukan berkelanjutan. Naudzubillah..

Ternyata apa yang kita pikirkan akan menghasilkan apa yang kita lihat dan apa yang kita lihat akan menghasilkan apa yang kita peroleh. Maka hidup kita sangat tergantung pada hati dan pikiran kita.

Kalau hati dan pikiran kita selalu berpikir negatif, maka apa saja yang kita lihat selalu menjadi negatif dan hasil akhirnya kehidupan negatif dengan suatu permasalahan. Begitu pula sebaliknya, maka hasil akhirnya akan berbeda, yakni kehidupan positif yang penuh kedamaian.

Hati dan pikiran adalah kunci bagi kita untuk menentukan tindakan apa yang akan kita ambil selanjutnya. Untuk itu pilihan ada dalam diri kita sendiri. Menjadi orang-orang yang menghasilkan “madu” yang memberi manfaat untuk banyak orang dengan melihat sisi kebaikan dibandingkan kesalahan seseorang. Atau ingin menjadi lalat yang senantiasa melihat sisi kekurangan dan kesalahan yang ada.

Namun sebagai manusia semestinya kita memiliki hati dan pikiran yang mengarah kepada madu yakni suatu kebaikan.  Melakukan hal-hal baik yang mampu memberi manfaat, entah itu untuk diri kita atau orang-orang di sekeliling kita. Jangan pernah melemah dalam berbuat kebaikan, karena kelak itu akan bermanfaat untuk bekal kita di kehidupan akhirat kelak.

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapus (dosa) perbuatan perbuatan yang buruk” (Q.S Hud:114)

Ayat di atas memberikan petunjuk bahwa dengan kita berbuat baik maka akan mampu menghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan sebelumnya. Setiap kebaikan akan menjadi amal yang akan memberatkan timbangan pada Yaumul Mizan (hari pertimbangan) yang menentukan berat mana amal kebaikan dan keburukan, untuk layak dimasukkan syurga atau neraka.

“Maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang yang beruntung dan barangsiapa rigan timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami”.( Q.S Al-A’raf: 8-9)

Maka jangan jadikan diri kita menjadi merugi dengan melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Lakukanlah amal kebaikan itu, karena kebaikan yang kita lakukan adalah investasi untuk kita kelak di akhirat. Dengan demikian niscaya kebaikan akan selalu membuahkan hasil yang baik yakni menjadikan kita beruntung. Karena berpikir secara positif itu tidak merugikan kita maupun orang lain. Berpikir secara positif dapat membantu kita dalam kehidupan dan kesehatan diri sendiri.

Selagi kita masih ada kesempatan untuk melakukan amal kebaikan, berbuat baiklah dengan kemampuan kita, karena dunia tempat menanam dan akhirat tempat memanen, bagaimana pun dunia tempat beramal dan akhirat tempat akhirnya.

Wallahua’lam bishawab

Editor : Amelia Pratiwi

Latest articles

Pemilihan Pengurus Baru, PEMAPASID Adakan Musyawarah Besar

Medan, Dinamika Online – PEMAPASID (Persatuan Mahasiswa Kota Padang Sidempuan) telah mengadakan musyawarah besar dengan tema "Menciptakan Generasi Kader Pemapasid yang Memiliki Nilai Ukhuwah...

Cara Jitu Bangun Pagi

Penulis : Nurur Ramadhan Nasution Mayoritas orang memiliki harapan untuk bangun pada pagi hari, mulai dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mahasiswa,...

Bangun Potensi Buat Berita, Jurnalistik Syams Gelar Pelatihan

Medan, Dinamika Online – Guna membangun potensi dalam pembuatan berita, i Jurnalistik Syams MAN 1 Medan menggelar pelatihan dengan pembahasan “Membuat Berita”. Pelatihan ini...

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Dema FIS Langsungkan Kegiatan Berbagi

Medan, Dinamika Online - Untuk menghindari penyebaran Covid-19, Dema Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengadakan kegiatan berbagi dengan tema "Katakan Tidak pada Corona". Kegiatan ini...

Langgar Prokes, Pemko Medan Tutup Sementara Tempat Usaha

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari laman resmi Humas Pemko Medan, Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mengumumkan bahwa...