Masjid Raya Sulaimaniyah, Saksi Sejarah Kesultanan Serdang

 

Penulis: Hafiz Hasan Noor

Bangunan yang memiliki corak Melayu ini didirikan pada masa Kesultanan Serdang V tepat pada tahun 1894. Pembangunan Masjid Raya juga dilaksanakan seiring dengan perpindahan ibu kota Kesultanan Serdang dari Rantau Panjang ke Kraton Galuh – Perbaungan. Masjid Raya ini dirikan oleh Sultan Serdang.

Tak hanya satu bangunan saja, beliau juga membangun tiga Masjid di tengah tempat yang berbeda-beda dengan nama dan keberagaman corak masing-masing. Salah satunya di Perbaungan, Pantai Cermin dan juga di Pantai Labu.

Masjid yang berwarna hijau kuning itu serupa identik dengan gaya khas Melayu. Masjid ini dahulunya memiliki pengaruh besar terhadap penyebaran Agama Islam, pertumbuhan ekonomi dan perlawanan terhdap penajajahan di wilayah Kesultanan Serdang.

Ciri khasnya sendiri bahkan tampak dari bagian luar bukan seperti masjid pada umumnya, yang menjadi ciri khas masjid ini pada bagian atapnya yang berbentuk mahligai dan corak dindingnya pun mempunyai desain khas Melayu dengan warna kuning yang mendominasi dipadukan dengan warna hijau.

Sejak tahun 1939 Masjid ini berstatuskan Wakaf dari seluruh Kesultanan Serdang, memasuki tahun 1964 hingga 1974 diadakan renovasi masjid untuk pertama kalinya. Salah satu bukti peninggalan Kesultanan Serdang adalah pada bagian mimbar masjid. Pada bagian halaman Masjid Sulaimaniyah – Perbaungan terdapat pemakaman Keluarga dan pejabat Kesultanan Serdang.