Mengikhlaskan Keinginan, Meyakini Ketetapan

 

Ilustrator: Mhd. Haris

Penulis: Nur Azizah Hanifah

Kita semua pasti memiliki keinginan, impian, dan mimpi yang ingin diwujudkan. Sebagaimana mestinya, kita adalah makhluk yang sangat banyak keinginannya. Namun, Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, melainkan apa yang kita butuhkan. Dia lah yang mengetahui tentang kita sepenuhnya. Sekarang, bagaimana sikap kita ketika keinginan kita tidak terwujud, sedangkan kita melihat keinginan orang lain terwujud? Berpikir bahwa Dia tidak adil, tidak sayang kepada kita? Astaghfirullah, jangan sampai kita menganggap Allah seperti itu.

Dia sudah menata alur kehidupan kita dengan sangat baik, yang terkadang kita anggap itu buruk. Tapi, ingatlah bahwasanya Dia Maha Segalanya. Tugas kita hanya meyakini dan ikhlas dengan alur-Nya. Ketika keinginan tidak sejalan dengan takdir, otomatis ada rasa kesedihan dan kekecewaan dalam diri. Namun, hal itu tidak akan terjadi jika kita niatkan untuk ikhlas dengan semua kehendak-Nya. Kita akan merasa baik-baik saja menghadapinya, bahkan dengan senyuman yang lepas. Mari bangkit dengan usaha-usaha dan semangat yang luar biasa. Lawan rasa keputusasaan dan kesedihan.

Baca juga: Karena Keindahanmu Memberikan Arti Perjuangan

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah:6).

“Barangsiapa bertakwa  kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (Q.S. Ath-Thalaq:2-3).

Allah memberi apa yang pantas untuk hamba-Nya. Contoh umumnya, ketika kita tidak diluluskan di sekolah impian kita, lalu kita ditempatkan di sekolah lain yang kita anggap biasa saja. Ternyata kita bisa mendapatkan sesuatu yang lebih yang mungkin saja tidak ada di sekolah impian kita sebelumnya. Artinya, Allah ingin kita mendapatkan yang terbaik sekaligus yang dibutuhkan hamba-Nya untuk menjalani kehidupan ini.

Baca juga: Jangan Takut Gelap /3/

Bisa saja bagi-Nya memberikan sesuatu yang indah, istimewa, dan sangat menyenangkan hati. Ketika kita mendapatkan hadiah itu, kita baru sadar bahwa hal itu tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, bahkan tidak pernah ingin untuk mendapatkannya. Rasa syukur akan teraplikasikan disini. Garis takdir-Nya memang begitu luar biasa, mampu membuat makhluk-Nya takjub dengan kuasa-Nya. Memang sudah sepantasnya kita bersenang hati dan bersyukur terhadap segala ketetapan-Nya.

Mari berpikir positif ketika ada keinginan yang belum terwujud, mulai berpikir bahwa ketetapan Allah lebih indah dari keinginan kita. Yakinlah, bahwa semuanya akan indah dan ikhlaslah menjalani cerita kita masing-masing.

Editor : Yaumi Sa’idah

Latest articles

KAMMI Kobarkan Aksi Tuntut RUU HIP Dihapuskan

Medan, Dinamika Online – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengobarkan aksi ke gedung DPRD Sumut dengan tuntutan Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila...

Polemik Ditundanya Pengesahan Hukum Negara

Penulis: Afifah Lania Sihotang Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 1 Juli 2020, beredar kabar ‘duka’ di berbagai platform media sosial dan media pemberitaan yang...

Media Sosial: Bisa Jadi Toxic atau Profit

Penulis: Asri Alviana Media sosial dewasa ini tidak hanya lagi sebatas hiburan semata melainkan sudah beralih menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Layaknya pedang bermata dua,...

Perihal Kuliah Daring, Humas UIN SU: Akan Diinfokan Selanjutnya

Medan, Dinamika Online - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan masih akan melanjutkan program belajar dari rumah, hal tersebut sesuai dengan keputusan bersama Panduan...

Addin 311: Hikmah, Hadiah Terindah Dari Yang Maha Indah

“Hikmah adalah aset orang mukmin yang tercecer. Di mana pun ia menemukannya maka ialah yang paling berhak memilikinya.” (Hikmah) Dalam hidup sering kali kita bertemu...