Kamu Ada di Posisi Yang Mana?

Ilustrator: Lelya Hilda Amira Ritonga

Penulis: Wibira Vasya

Menjalani aktivitas di tengah-tengah kondisi pandemi Covid–19 saat ini memang bukan hal yang mudah. Kita dituntut untuk serba bisa dan dapat menyesuaikan diri dengan segala keadaan yang berubah 1800 dari biasanya. Banyak dari kita yang masih bisa bertahan dengan semangatnya, tetapi banyak juga yang mengeluh bahkan menyerah dengan keadaan karena sudah terlalu jenuh. Lalu sekarang kamu ada di posisi yang mana?

Sebenarnya bukanlah hal yang salah jika kita merasa jenuh dengan aktivitas yang mentok di situ – situ saja, belum lagi ditambah dengan se-gudang tugas kuliah dan tugas kita dalam berdinamika yang sama – sama harus diprioritaskan. Begitu bukan? Kamu pasti pernah dengar istilah “Kuliah nomor satu, tapi dinamika tak boleh diduakan”.

Ya, kita sudah tidak asing lagi dengan kalimat tersebut. Ketahuilah kalimat di atas ini sangat ringan di lisan namun berat untuk diaplikasikan. Dalam kondisi normal saja mungkin kita masih susah – susah gampang menerapkannya. Lalu sekarang? Sepertinya banyak yang kesulitan.

Foto: Dok. Dinamika

Bagaimana tidak di situasi seperti saat ini dengan se-gudang kegiatan yang dilakukan serba daring tak jarang membuat kita kewalahan dan pecah fokus dalam menjalaninya. Hingga pada akhirnya membuat kita lalai dan malas berkontibusi lebih, dan berdampak pada loyalitas kita yang jadi menurun.

Tetapi apakah itu bisa menjadi alasan loyalitas kita menurun? Sebelumnya coba kita ingat – ingat lagi, apakah kita adalah orang yang paling banyak mempunyai tugas dan kewajiban? Apakah hanya kita sendiri yang memiliki tanggung jawab? Jawabannya tentu tidak. Karena masih banyak orang-orang di luar sana yang lebih berat tugas dan tanggung jawabnya dibandingkan kita. Maka janganlah kita menjadi manusia yang kufur karena tidak pandai dalam bersyukur dan jangan pula kita menjadi manusia yang tidak bertanggung jawab karena selalu menyalahkan keadaan.

Foto: Dok. Dinamika

Jika tugasmu banyak dan kamu ingin beban tugasmu terasa lebih ringan, maka pilihlah mana yang harus kau dahulukan lalu kerjakanlah tugas tersebut satu persatu hingga tuntas. Bukan malah menganggurinya lalu menyingkirkan rasa tanggung jawab dari dalam dirimu terhadap kewajiban yang seharusnya kau lakukan.

Jarak memang saat ini menjadi salah satu penghambat terbesar kita, maka janganlah memanfaatkan keadaan ini untuk bisa bersantai dan berleha–leha dari tanggung jawab yang sudah diamanahkan. Tak bisa dipungkiri memang terkadang kondisi semacam ini memberikan banyak kesempatan kita untuk berlaku curang, atau tidak menjalankan tugas – tugas yang sudah diamanahkan dengan berbagai alasan.

Tapi sepertinya itu tidak terjadi jika di dalam diri kita sudah tertanam sikap tanggung jawab dan rasa memiliki (loyal). Kembali lagi pertanyaannya sekarang adalah sudahkah kita menjadi sosok yang loyal meskipun dalam keterbatasan kita saat ini? Jika belum coba segera berbenah dan belajar untuk mendewasakan dirimu, jangan manjakan rasa malas yang menghampiri.

Jika itu terjadi itulah yang bisa mendorong mu untuk bertindak curang atau memanfaatkan kesempatan. Mungkin ini terasa berat dan membuatmu tidak nyaman maka mulailah menikmatinya keadaanya perlahan–lahan. Jika berfikir untuk tidak memberikan kontribusi cobalah fikirkan teman dan rekan mu, jangan biarkan mereka mengerjakan tanggung jawab bersama sendirian. Karena di saat–saat seperti ini yang kita butuhkan adalah keinginan untuk memberi lebih bukan mendapatkan sesuatu yang lebih. Dan ingat kamu bukanlah satu – satunya orang yang punya paling banyak beban.

Dan teruntuk kamu yang berusaha selalu semangat dan maksimal dalam segala hal pertahankanlah, selama yang kau lakukan baik dan bermanfaat itu tidak akan ada yang sia – sia. Semua mendapatkan hasil sesuai dengan usahanya masing – masing. Bila dirimu mulai jenuh itu manusiawi, karena kita diciptakan sebagai manusia bukan sebuah mesin yang tidak tahu rasa bosan.

Bukan suatu larangan juga jika sesekali kamu rehat sejenak untuk sekadar memulihkan rasa lelah dan bosanmu itu. Namun lagi – lagi jangan terlalu lama, segera kembali jika kau merasa sudah lebih baik. Manfaatkan dan maksimalkanlah waktu yang ada, dalam situasi apa pun tetaplah berkontribusi seperti biasanya. Bahkan mungkin bisa ditambah agar kita dapat mengalahkan rasa bosan dengan sesuatu yang bermanfaat. Terakhir, mari sama – sama belajar agar tetap loyal pada apa yang sudah menjadi pilihan kita saat ini dan jadilah orang yang tangguh di segala situasi.

Salam Rindu PSDA 2020

Latest articles

It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

Judul : It's Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay Genre : Romansa-Drama Sutradara : Park Shin-woo Penulis : Jo...

Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia Penulis : A. Winardi Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tahun...

Satgas Covid-19 Jabarkan Tingkat Kesembuhan Semakin Meningkat

Medan, Dinamika Online -Dilansir dari laman resmi Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menjabarkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dalam seminggu terakhir. Tercatat pertanggal 22 September, jumlah...

Addin 322: Bersahabat dengan Al-Qur’an

Penulis: Rafika Hayati Dalimunthe Al-Qur’an adalah kitab mulia yang diturunkan Allah subḥānahu wa ta’āla kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan menjadi tuntunan serta pedoman...

SEMA FSH Helat Diskusi Bedakan Fakta dan Hoaks

Medan, Dinamika Online – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah Dan Hukum (FSH) mengadakan diskusi media dengan tema "Membedakan Fakta Dan Hoaks". Pemateri pelatihan ini...