Bukan Sekedar Niat Tetapi Tujuan

Ilustrator: Mhd. Haris

Penulis : Muhammad Tri Rahmat Diansa

Seringkali kita tidak menyadari bahwa niat adalah yang paling utama sebelum melakukan kegiatan apapun. Karena dengan niatlah, kita mendapatkan apa yang dituju atau apa yang kita inginkan. Sering kali kita lupa bahwa niat kita ini tidak sungguh sungguh, contohnya kuliah, kita masih terlalu sering bermain yang seharusnya kita kurangi untuk memfokuskan perkuliahan. Selain itu kuliah yang kurang lebih tiga jam ini mengisyaratkan kita harus aktif di berbagai hal kegiatan, contoh kegiatannya seperti berorganisasi.

Seperti yang kita ketahui, bahwa organisasi adalah tempat untuk mengembangkan minat dan bakat kita. Jadi, bagaimana dengan statement bahwa organisasi nantinya akan memperlambat kuliah yang muncul di kalangan mahasiswa saat ini. Hanya tinggal seperti apa kita menganggap organisasi yang kita ikuti, sesuai kebutuhan, keinginan, atau sekedar ikut-ikutan.

Baca juga: Bahas Keunggulan Akademik, UIN SU Laksanakan FGD

Kuliah dengan berorganisasi itu bukanlah seburuk apa yang teman pikirkan. Apa iya? Dari organisasi tersebut kita memiliki banyak teman, relasi, maupun pengalaaman. Bahkan ketika kita nantinya ingin melamar pekerjaan.  Pengalaman merupakan hal terpenting ketika interview di suatu perusahaan. Jadi buanglah unek-unek tentang, “kuliah ya kuliah jangan neko neko”. Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya lulus kuliah tepat waktu, mendapatkan ipk 4,0 dan kategori cumlaude? Yah, itulah yang kita inginkan untuk membahagiakan orang tua. Jadi walaupun berorganisasi tetap ingat bahwa kuliah itu nomor satu dengan niat yang sepenuhnya.

Di era digital 4.0 sekarang ini nilai diatas kertas hanyalah simbol bahwa kita itu berkuliah, tetapi bukan menjamin bahwa kita bisa bersaing didunia kerja. Oleh sebab itu, pengalaman dan keahlian akan membantu kita setelah tamat kuliah mau kemana? Karena banyak pengangguran yang bertitel sarjana di luar sana.

Baca juga: Mengikhlaskan Keinginan, Meyakini Ketetapan

Alasan yang harus kita niatkan dalam berorganisasi

1.Bergabung di organisasi akan memberikan banyak teman yang menginspirasi

Alasan ini benar, bahwa setelah kita bergabung di organisasi kita banyak memiliki perbedaan pada setiap pribadi, dimana kita akan berbaur dengan banyak orang yang saling memberikan respon menginspirasi atas cerita sesama anggota, senior maupun alumni.

2. Kita akan mulai belajar bahwa tekanan membuat mental diri menjadi lebih kuat dan bijaksana dalam memandang permasalahan.

Tentunya banyak permasalahan di dalam suatu organisasi yang kita hadapi. Sekali atau dua kali itu akan membiasakan mental kita untuk menjadi diri yang lebih kuat untuk menghadapi permasalahan yang ada dalam setiap kegiatan. bapak Dahlan Iskan pernah berkata “Tuhan menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan. Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata.”

Baca juga: Masalah Pengisian KRS, Biro Harap Mahasiswa Sabar

3. Kita mulai belajar dari nol untuk menjadi seorang leadear yang bijaksana dan disegani, bukan jadi pemimpin yang asal jadi.

Pada fase ini, kita  bukan diajarkan untuk menjadi orang yang “poker face”.  Selama kita dipercayakan jabatan kita belajar bahwa kita akan dibicarakan dari belakang oleh beberapa orang/kelompok tertentu.

Baca juga: Menyeimbangkan Kuliah dan Organisasi

Tahap itu justru bukan mengajarkan untuk mencari perkelahian dengan mereka, tetapi tahap itu membentuk kita untuk tetap tersenyum, dan bergaul seakan-akan tidak ada yang pernah terjadi di antara kita dan orang yang membicarakan kita. Karena pemimpin bukanlah orang yang suka membicarakan, mereka justru dibicarakan karena mereka mampu melalui tahap dan rintangan

Jadi mulai sekarang kita perbaiki niat bahwa kuliah dengan berorganisasi itu adalah suatu kebutuhan kita. Dan Bukanlah beban memperlambat kuliah. Proses hari ini hasil hari esok untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Tanamkan dalam hati pasti bisa.

Editor : Miftahul Zannah

Latest articles

Addin 311: Hikmah, Hadiah Terindah Dari Yang Maha Indah

“Hikmah adalah aset orang mukmin yang tercecer. Di mana pun ia menemukannya maka ialah yang paling berhak memilikinya.” (Hikmah) Dalam hidup sering kali kita bertemu...

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...

Gelar Seminar, Sema FSH: Kita Gali Ilmu Pengetahuan Terhadap Hukum

Medan, Dinamika Online - Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan seminar daring bertajuk "Menggagas Penegakan Hukum Pidana di Indonesia pada Era...

FEBI Lahirkan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-73

Medan, Dinamika Online - UIN Sumatera Utara mewisudakan sebanyak 649 wisudawan/ti pada sidang senat terbuka. Wisuda ke-73 yang berlangsung di Aula Utama Kampus II...

5 Tips Berani Bicara, Himatika Adakan Diskusi Online

Medan, Dinamika Online – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU adakan diskusi online dengan mengangkat tema “Berani Bicara, Tunjukkan Kualitas...