Rakyat Indonesia dan Standar Kecantikannya

1
Ilustrasi standar kecantikan. (foto/Ilustrasi/itsnews)

Penulis: Irham Aliyafi Siahaan

Berbicara tentang “cantik” banyak sekali yang bisa dibahas seperti perawatan, tips kecantikan, standar kecantikan, kencantikan luar-dalam, dan masih banyak lagi. Sekarang ini sedang marak-maraknya orang-orang melakukan perawatan, seperti merubah warna kulit untuk memenuhi standar kecantikan. Di sini penulis akan membahas pendapat tentang mindset rakyat Indonesia tentang standar kecantikannya. Mari kita lihat poin-poin umum yang jadi standar kecantikan bagi rakyat Indonesia.

Kulit yang putih seperti beras

Melansir dari id.quora.com, perbedaan warna kulit di Indonesia itu dikarenakan oleh gen, yang mana persentase paling besar ialah Gen Melanesia (Indonesia bagian timur, terutama Papua) berkulit gelap, diikuti oleh Gen Austronesia (bagian Indonesia Barat dan Utara) dengan persentase terbesar pada orang-orang Nias dan Mentawai, warna kulit mereka sawo matang terang. Dan campuran dari orang-orang Tionghoa, Arab, Asia Selatan, Belanda, Portugal, dan lain-lain bergantung pada wilayahnya.

Oleh karena itu, jika ada orang yang memiliki kulit putih atau terang akan mendapat nilai lebih di mata warga Indonesia. Nah, dari sini bisa kita peroleh satu dari beberapa standar kecantikan bagi rakyat Indonesia.

Baca juga: Pura-pura Nikah Tapi Kok Bikin Baper

Hidung mancung

Tidak semua rakyat Indonesia dikaruniai hidung yang mancung seperti paruh burung. Kebanyakan rakyat Indonesia itu mempunyai hidung datar atau pesek, dan itu juga ada sebabnya. Bersumber dari Hipwee News dan Feature, dan berdasarkan hasil penelitian Public Library of Science Genetics (PLOS Genetics), Mereka yang hidup di iklim dingin dan kering cenderung memiliki hidung yang sempit dan panjang. Ini agar udara yang masuk dihangatkan sebelum mencapai saluran pernapasan. Nah, itu dia salah satu alasannya.

Melihat balik ke aturan Thomson, yang diformulasikan oleh ahli anatomi dan antropologi Inggris Arthur Thomson (1858-1935), bahwa orang dari daerah iklim dingin dan kering cenderung punya hidung yang lebih panjang dan lebih ramping ketimbang orang-orang dari daerah beriklim hangat dan lembab. Jadi, hidung datar atau pesek itu bukan hanya disebabkan oleh faktor genetika tapi, juga oleh iklim.

Baca juga: Sebatas Sahabat, Tak Akan Lewat

Oleh sebab itu, jika ada satu orang berhidung mancung di antara orang-orang berhidung pesek pasti akan mendapat nilai lebih untuk penampilannya. Dan dari sini juga kita dapat standar kecantikan ke dua bagi rakyat Indonesia.

Tubuh jangkung

Kalau di poin ini, kita bakal bahas tentang standar umum untuk pria.

Melansir dari IND TIMES bahwa negara dengan pria tertinggi adalah Belanda, di mana pria di negeri kincir angin tersebut rata-rata setinggi enam kaki 0,25 inci (183 cm). Sementara negara dengan pria terpendek adalah Indonesia. Orang Indonesia memiliki tinggi badan rata-rata untuk laki-laki dewasa yaitu lima kaki 1.83 inci (159 cm).

Orang Belanda terkenal dengan badan mereka yang tinggi, dengan tinggi rata-rata mencapai 1.838 m. Penduduk di negeri belahan Eropa tersebut masuk dalam daftar 10 negara dengan penduduk tertinggi di dunia bersama Denmark (1.826 m), Norwegia (1.824 m), Jerman ( 1.81 m), Kroasia (1.805 m), Montenegro (1.832 m), Serbia (1.82 m), Ceko (1.8031 m), Slovenia ( 1.803 m) dan Luxembourg (1.799 m).

Baca juga: Warga Sumut Lakukan Aksi Damai Tolak Pemusnahan Babi

Berdasarkan urutan negara dengan penduduk mulai dari yang tertinggi hingga terpendek di Asia itu dimulai dari Korea Selatan, China, Jepang, Singapura, Thailand dan Laos, Mongolia, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Filipina, dan yang terakhir Indonesia. Ternyata, di kawasan Asia saja Indonesia masih termasuk yang terpendek ya.

Dari data di atas bisa dilihat kalau orang Indonesia adalah salah satu negara dengan tinggi badan yang rendah. Di Indonesia sendiri, memiliki tubuh jangkung adalah salah satu tipe untuk menjadi pasangan yang ideal. Karena tinggi badan, kalian juga bisa jadi rebutan.

Tubuh langsing

“Waktu gendut disuruh kurus, eh pas udah kurus malah disuruh naikin dikit lagi. Cape jadi manusia, pengen jadi daun.” Mungkin kurang lebih itulah yang dirasakan kaum-kaum yang pernah mengalami kelebihan nutrisi.

Seperti yang tertera di detikhealth, pemilik tubuh gemuk memang beresiko mengalami gangguan fisik seperti diabetes dan serangan jantung. Tapi, gangguan psikologis tak kalah serius, yakni stigma negatif orang-orang tentang orang gemuk. Orang gemuk itu malas lah, kerjanya tidur doang, jelek, tidak laku-laku.

Baca juga: Menyegerakan Menikah Itu Lebih Baik

Begitulah, menjadi gemuk itu tak cantik lagi bagi rakyat-rakyat yang punya mindset “Cantik itu harus langsing”. Bahkan, tak sedikit yang rela lemas kelaparan agar berat badan turun karena malas berolahraga. Dengan pipi tirus, tulang selangka yang timbul, jari yang langsing itu adalah cantik ideal bagi beberapa rakyat Indonesia.

Beberapa poin di atas hasil pengamatan p tentang hal-hal yang menjadi beauty standard rakyat Indonesia yang masih belum punya pikiran yang terbuka tentang apa itu cantik dan tampan.

Sebelum menutup tulisan ini penulis  ingin memberikan beberapa opini tentang beauty standard. Mari sama-sama berpikir, siapa tahu kita sepemikiran dan seprinsip.

Penulis sendiri dulu pernah memiliki standar kecantikan untuk menjadi pasangan hidup nantinya, sebelum tahu kalau ini adalah suatu pemikiran yang salah. Dulu penulis berprinsip kalau pipi tirus, tubuh jangkung, hidung mancung, kulit putih menjadi acuan kalau jika semuanya terpenuhi, maka seseorang itu cantik dan tampan yang sebenar-benarnya. Memang benar jikalau itu semua ada di diri seseorang, akan menambah daya tarik seseorang tersebut. Tapi tidak sepenuhnya, benar bahwa tampan dan cantik harus seperti itu.

Baca juga: Virus Corona Sampai ke Sumut, Benarkah?

Seiring berjalannya waktu, kemajuan pemikiran dan mendapat teman-teman dari berbagai macam ras, suku, dan warna kulit  telah membuka pikiran penulis.

Ibu penulis gemuk,  saya bilang beliau cantik. Ada rambut abu-abu di rambut ayah saya, beliau masih saja tampan. Teman saya gemuk, menurut saya dia sangat imut. Saya termasuk yang berkulit paling gelap di antara teman saya tapi, mereka tetap klop dengan saya. Itu juga “Bhineka Tunggal Ika” toh?

Nah, mari kita lihat secara global. Pria Korea yang menikahi wanita berkulit gelap keturunan Afrika masih saja langgeng, bahkan punya banyak anak. Jika melihat Miss Universe 2019 Zozibini Tunzi dari Afrika Selatan, ia bukanlah wanita berkulit putih. Lihat juga aktris Hollywood seperti Zendaya, model cantik Winnie Harlow, penyanyi Kelly Clarkson, mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama, aktor Will Smith, diva Beyoncé Knowles. Mereka semua tak memenuhi semua standar-standar di atas dan mereka tetap saja tampan dan cantik, dikenal baik, berprestasi.

Baca juga: Suka Menunda, Ku Ditinggal Mereka dan Dia

Nah, dari beberapa contoh di atas semoga kita bisa membuka pikiran kita tentang “apa itu cantik dan Apa itu tampan?”. Menurut penulis, seseorang itu menjadi tampan dan cantik jika ia mempunyai dampak positif yang besar bagi sekelilingnya, rendah hati, ramah, suka menolong. Itu semua berasal dari hati. Makin dewasa ini, penulis makin mengerti makna dari kutipan “Don’t judge a book by its cover“.

Editor: Nurul Liza Nasution

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.