Pers Sebagai Media Perlawanan

0

Medan, Dinamika Online – Pemimpin umum Lembaga Pers Mahasiswa Bursa Obrolan Mahasiswa (LPM BOM) Institut Teknologi Medan (ITM) Syahyan, meminta angkatan ke – X agar menjadikan pers sebagai media perlawanan terhadap kekerasan, dan bukan hanya sekedar mencari iklan, Sabtu (08/4)

Hal ini ia sampaikan dalam acara syukuran angkatan X Lembaga Pers Mahasiswa ITM, “Untuk angkatan X saya harap mampu mensosialisasikan hak dan kewajiban pers, karena banyak pers di luar sana yang diancam, dibungkam, diintimidasi, dan diintervensi. Perlu diingat pers itu harus bisa dijadikan media perlawanan bukan media periklanan,” ungkap Syahyan

Dengan bertemakan, “Kemerdekaan Pers Kemerdekaan Rakyat” ini, Syahyan menambahkan bahwasanya pers memiliki kendali yang kuat dalam mengontrol nilai kemanusiaan, “Media hari ini banyak yang hidup dari iklan, pers mempunyai kendali penuh dalam mengontrol nilai-nilai kemanusiaan, bebaskan rakyat yang tertindas melalui tulisan,” tambahnya

Lebih lanjut lagi, Nopan selaku koordinator acara menambahkan bahwasanya menjadi seorang pers haruslah bersifat independen. Menolak semua bantuan kapitalis, “Kita LPM yang independen menolak semua iklan-iklan atau bantuan-bantuan kapitalis yang bertujuan beda, jadi saya harap persma-persma dapat berpihak kepada rakyat dan mahasiswa,” pungkasnya.

Reporter         : Muhammad Ibrahim dan Enggar Tyas Untari

Editor             : Siti Arifah Syam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.