Mendidik Anak seperti Kita? Zaman Berbeda

0
Penulis: Editor LPM Dinamika UIN SU

Oleh: Rizki Audina

Sahabat Nabi Sallallahu alaihi wasallam, Ali Bin Abi Thalib telah mengatakan, “Didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka tidak hidup di zamanmu”. Kalimat tersebut merupakan peringatan kepada para orang tua, pun juga kepada seluruh manusia di muka bumi yang kelak akan menjadi orang tua agar mendidik anak-anaknya sesuai dengan keadaan saat itu.

Sebab, jelas sekali ada banyak perbedaan zaman sekarang dengan zaman duhulu. Dunia terus berubah, teknologi makin berkembang. Cara-cara yang diterapkan oleh orang tua terdahulu tidak bisa lagi diterapkan oleh orang tua sekarang. Para orang tua harus bisa mengembangkan pengetahuannya di segala aspek. Tantangan kehidupan semakin kompleks, maka cara menghadapinya pun semakin sulit pula.

Setiap manusia di bumi berkewajiban untuk mendidik, pun memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Mendidik berasal dari kata didik, yang artinya ialah memelihara dan memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan. Begitu juga dengan pendidikan, yang artinya proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Dalam praktiknya, bisa kita amati bahwa proses mendidik ini dilakukan oleh orang dewasa kepada orang yang lebih muda. Hal itu dikarenakan orang dewasa dianggap lebih mumpuni, baik dari segi ilmu maupun pengalamannya. Misalnya, orang tua yang mendidik anaknya, dengan bekal pengetahuan dan apa yang telah dialaminya, para orang tua cenderung mendidik anak-anaknya sama dengan pendidikan yang ia dapatkan dahulu.

Kesulitan dan kebiasaan yang dialami para orang tua dijadikan senjata agar anak-anaknya tak melakukan apa yang dilarang oleh orang tuanya. Misalnya tidak boleh boros, tidak boleh pulang malam, tidak boleh bermain internet, dan lain-lain. Para orang tua hanya ingin anaknya menjadi anak yang baik juga penurut.

“Anak zaman sekarang nggak tahu waktu. Kerjaannya main HP (handphone, baca: ponsel) dan laptop terus. Bukannya belajar, baca buku.” Kalimat tersebut tidak mungkin diucapkan jika orang tua sudah memahami bahwa saat ini teknologi memiliki peran yang besar dalam kegiatan sehari-hari. Tugas yang dikumpulkan melalui e-mail (baca: surel), proses pembelajaran yang dilakukan secara daring dan masih banyak lagi. Jelas hal-hal tersebut mengubah kebiasaan dahulu dengan yang sekarang.

Maka, para orang tua harus benar-benar memahami makna dari “mendidik anak sesuai zamannya”. Jangan batasi anak-anak dengan sikap protektif kita. Tidak boleh inilah, tidak boleh itulah. Dan jangan pula karena ingin sesuai dengan zamannya, orang tua membiarkan anak-anaknya bebas tanpa kontrol.

Jadilah orang tua yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada. Agar bisa memberikan pengarahan bagaimana seorang anak bisa bertahan di zamannya, agar menjadi manusia yang mandiri dan bermanfaat bagi sekitarnya. Mari sama-sama mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.