Melangkah dari Kisah Salafussalih

0
Foto: Dok. Internet

Judul        : Sunnah Sedirhan Surga

Penulis.    : Salim A. Fillah

Penerbit   : Pro-U Media

Tebal         : 268 Halaman

Tahun        : 2017

Kita akan mengira menjadi orang yang paling baik ketika beramal, sebelum membaca kisah para rasul dan salafussalih. Begitu juga kita akan merasa menjadi orang yang paling berdosa saat melakukan maksiat sebelum kita mengetahui bagaimana Allah Swt mengampunkan dosa para sahabat yang dulunya pendosa, kemudian mereka masuk Islam dan menjadi sebaik-baik umat.

Semua ini tidak lain menggambarkan kepada kita betapa pentingnya membaca sejarah, beribrah pada kisah, lalu berteladan kepada mereka. Karena dengan sejarah kita dapat bertindak. Sebaliknya, tanpa sejarah kita tidak akan pernah bergerak selangkah pun.

Sejarah tentu bukan hanya masa lampau, atau kisah raja-raja yang terkenal. Namun, kemarin adalah sejarah, beberapa menit yang lalu adalah sejarah yang dapat kita jadikan pelajaran untuk tindakan kita selanjutnya.

Imam Abu Hanifah bertutur, “Kisah-kisah (keteladanan) para ulama dan duduk di majelis mereka lebih aku sukai, daripada msalah-masalah fikih, karena kisah tersebut berisi adab dan tingkah laku mereka untuk diteladani.”

Melalui catatan sejarah dapat memotivasi seseorang berbuat baik lebih dari nenek moyangnya. Bahkan terpenting dalam memahami peristiwa masa lalu, akan menggugah kesadaran sejarah yang bersifat kolektif, yaitu bagaimana ungkapan reaksi seseorang kepada situasi dari masa ke masa.

Alquran sendiri menjadi dasar berfikir kita bahwa kisah (sejarah) adalah salah satu metode yang Allah gunakan. Itulah megapa para Rasul dan salafussalih senantiasa menjaga adab dan akhlaknya, baik secara vertikal maupun horizontal. Sebab akan menjadi sejarah yang akan dikenang dan diceritakan.

Inilah yang di coba oleh penulis buku “Sunnah Sedirham Surga”, Salim A Fillah mencoba mengangkat kembali kisah-kisah menarik para salafussalih yang sudah lama, seakan-akan baru kembali dihadapan kita. Ia mampu menghadirkan kembali kisah-kisah yang jarang dipopulerkan di tengah-tengah keterpurukan adab dan akhlak ini.

Buku Sunnah Sedirham Surga karangan Ustad Salim A Fillah ini akan mampu membawa kita untuk menghayati bagaimana kualitas keimanan kita, bagaimana agar kita terlepas dari kesombongan karena amal yang kecil namun kita anggap sangat besar. Kemudian menjadikan kita mencintai amal yang kecil karena dengan sedirham Imam Abu Dawud telah berhasil membeli surga.

Adalah Imam Abu Dawud ketika berada di sebuah perahu, hanya demi mendengar seseorang yang bersin di tepi sungai, rela membalikkan perahu yang ditumpanginya, walaupun harus dengan membayar.

“Beribrah pada kekisah, berteladan kepada para pemegang warisan” menjadi tagline buku ini. Ustad salim A Fillah dengan ringan namun dalam menyajikan kepada para pembaca. Apa yang tersaji kadang menggelakkan tawa, menyungging senyum kesejukan, pun menumpahkan air mata pengingat dosa.

Peresensi: Kurniawan

Editor: Rindiani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.