Mahasiswa dan Tantangan Berwirausaha

0
Penulis: Editor LPM Dinamika UIN SU

Oleh: Rindiani

Salah satu usaha yang perlu mahasiswa lakoni dalam melakukan perubahan adalah menjadi pelaku usaha atau pengusaha (entrepreneur). Apalagi kebanyakan dari mahasiswa masih bergantung pada orang tua, uang kebutuhan pendidikan dan biaya hidup sehari-hari. Sehingga dituntut untuk mandiri dan punya target perkuliahan agar cepat sarjana dan terjun ke dunia kerja.

Menjadi wirausaha muda merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif dan sempitnya lapangan kerja yang tersedia. Berwirausaha perlu dijadikan prioritas mahasiswa di samping prioritas keilmuan yang dikuasai dan dikembangkan, seperti kita mempelajari mata kuliah Kewirausahaan.

Sebagian mahasiswa membuka lapangan kerja, membuka toko, menjual pakaian secara daring (online) hingga berjualan gorengan di kampus. Ini menjadi implementasi dalam kehidupan sehari-hari, dari ilmu yang kita pelajari di perkuliahan.

Ilmu yang didapatkan selama kuliah hanya memiliki sedikit relevansi dengan apa yang dihadapi di dunia kerja. Karena itu, tunjukkanlah bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang seimbang antara bisnis dengan ilmu yang didapat selama kuliah. Sehingga saat perekrutan atau pun mencantumkan biodata, riwayat wirausaha jauh lebih mengagumkan.

Memiliki pengalaman berwirausaha sehingga menjadi nilai plus dan menonjol dibanding mahasiswa lain. Dan Inilah yang menjadi sebuah alasan berwirausaha membangun sebuah bisnis selama menjadi mahasiswa.

Menjalankan bisnis pribadi jauh lebih menyenangkan dibanding melakukan kerja part time. Selain sama-sama mendapatkan pengalaman yang menyenangkan “Experience is the best teacher” bertemu dengan orang-orang baru yang expert dalam bidang bisnis, dan memperoleh penghasilan atas jerih payah sendiri menjadi pengalaman yang menyenangkan, berharga, indah untuk diingat dan tentunya bermanfaat bagi masa depan.

Prospek mahasiswa dalam berwirausaha sangatlah besar dan potensial. Tidak hanya mahasiswa, tenaga pengajar universitas pun tidak hanya mengandalkan gaji, di luar universitas mereka mendirikan usaha sampingan untuk menambah penghasilan, pengalaman, dan wawasan, dari hal ini mahasiswa belajar banyak mengenai kiat berwirausaha.

Jika tidak ingin menjalankan sendiri, bisa mengajak teman untuk membangun bisnis bersama. Selain menambah relasi yang cukup baik dari kalangan mahasiswa, image mahasiswa tidak hanya dicap sebagai kaum intelek, terdidik, aktivis, dan demonstran. Tetapi, menjadi mahasiswa yang pandai berwirausaha.

Selain itu, peran pemerintah dan dunia pendidikan (perguruan tinggi) perlu untuk mendorong mahasiswa guna mengembangkan potensi kepemimpinan (leadership), manajerial (managerial), dan intelektualnya (intellectual) dalam berwirausaha.

Berbagai kompetisi, bantuan modal, kerja sama, magang, kunjungan, seminar, dan kegiatan yang berkaitan dengan dunia wirausaha perlu digalakkan guna menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran berwirausaha.

Bagi mahasiswa, kendala yang menjadi hambatan dalam memulai dan berwirausaha adalah modal. Namun, permasalahan modal (finansial) pada dasarnya bisa diatasi dengan berbagai upaya, di antaranya modal keluarga, mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan, bantuan pihak kampus maupun bantuan pemerintah.

Kendala selanjutnya yaitu, waktu. Mahasiswa yang berkuliah di kampus negeri, tidak memiliki waktu yang tepat antara kuliah dan membagi waktu untuk berwirausaha. Bagi mahasiswa yang aktif dalam perkuliahan, maupun organisasi.

Waktu merupakan kendala yang sangat penting. Karena tugas kuliah yang cukup banyak membuat mahasiswa tidak memiliki cukup waktu untuk menjalankan usahanya dengan baik.

Kendala utama berwirausaha sebenarnya adalah sikap mental. Seringkali calon wirausahawan muda (mahasiswa) beranggapan bahwa minimnya pengalaman, takut merugi, kurang percaya diri, manajemen waktu, dan lain-lain, menjadi alasan keengganan berwirausaha. Bagi mereka cukup dan fokus belajar saja di perguruan tinggi.

Banyak mahasiswa yang ragu-ragu dalam menjalankan usaha, takut gagal, malu dan lain sebagainya. Kenyataannya setiap usaha pasti ada risikonya. Semakin besar usaha yang dijalankan maka semakin besar pula risiko yang muncul.

Modal awal kita hanya niat dan keinginan besar berwirausaha, serta serius dalam menjalankannya, pasti akan mudah dalam menyelesaikan setiap kendala atau pun risiko yang ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.