Literasi, Tidak Lagi Soal Baca-Tulis

0
7

 

Penulis: Manajer Pemasaran LPM Dinamika UIN SU

Oleh: Asri Alviana

Perkembangan era digital dewasa ini membawa kita pada zaman ketika literasi bukan lagi soal melek huruf. Kecakapan dalam literasi tidak hanya diukur dari kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan dalam memahami dan mengolah sebuah informasi yang didapat ketika membaca dan menulis, kemampuan menghitung dan memecahkan masalah, kemampuan berbicara bahkan memahami sebuah informasi yang disampaikan secara visual.

Jika dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literasi berarti kemampuan menulis dan membaca; pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu; kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup.

Dari pengertian tersebut kita dapat memahami literasi dalam cakupan yang lebih luas lagi, tidak hanya terbatas pada baca-tulis. Tapi juga tidak bisa dimungkiri baca dan tulis adalah elemen yang sudah melekat dan menjadi inti pokok dari literasi itu sendiri, karena lintas zaman dan budaya dapat tersambung dari adanya aksara/ tulisan yang dapat dimaknai melalui bahasa dan terus berkembang hingga saat ini.

Saat ini, variasi literasi juga semakin berkembang dalam berbagai aspek kehidupan sosial juga budaya di masyarakat. Mengutip penjelasan Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraaan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud dari laman news.okezone.com, Abdul Kahar mengungkapkan bahwa Kemendikbud mempunyai berbagi program untuk mengentaskan buta aksara. Program tersebut tidak hanya sebatas mengajarkan baca tulis namun, juga dilaksanakan program lanjutan seperti Program Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) dan Program Pendidikan Multikeaksaraan.

Program Multikeaksaraan berorientasi pada pemeliharaan keberaksaraan dengan fokus pada enam literasi dasar, yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewarganegaraan.

Hari Literasi Internasional, hari ini tepat pada 8 September, mungkin masih banyak di antara kita yang belum tahu hari istimewa apa di balik tanggal itu, ialah Hari Aksara Internasional (HAI) atau juga biasa disebut Hari Literasi Internasional yang telah ditetapkan oleh UNESCO sejak tahun 1966 dan terus diperingati hingga saat ini setiap tahunnya.

Kementerian pendidikan dan kebudayaan juga menyatakan melalui laman kemdikbud.go.id, sejak penyelenggaraan HAI pertama pada tahun 1966, peringatan HAI terus dilakukan oleh dunia setiap tahun sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, dan nasional.

HAI sendiri juga diperingati setiap tahunnya oleh Kemendikbud secara nasional, setelah tahun lalu Deli Serdang, Sumatera Utara tuan rumahnya maka tahun ini Makassar, Sulawesi Selatan menjadi tuan rumahnya. Peringatan ini juga selaras dengan perayaan keberhasilan Indonesia dalam memberantas buta aksara yang dalam sepuluh tahun terakhir ini angka melek huruf penduduk usia 15 tahun ke atasnya melambung diatas angka 90%.

Fakta ini dilansir dari detik.com, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkap capaian tahun 2018 tentang penuntasan buta aksara di Indonesia. Menurut data yang dihimpun dari Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud dari data proyeksi Badan Pusat Statistik, penduduk Indonesia yang telah berhasil diberaksarakan mencapai 97,932%, atau tinggal sekitar 2,068% (3,474 juta orang) yang masih buta aksara.

Sebuah capaian luar biasa bagi Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tentunya hal ini juga tidak lepas dari tangan-tangan pelopor berbagai gerakan literasi yang ada di setiap daerah hingga nasional, baik yang dilakukan individu, komunitas hingga pemerintah. Dan untuk kita sendiri, sebagai mahasiswa khususnya kita harus punya andil dalam gerakan peningkatan literasi ini di masyarakat. Di momentum HAI atau Hari Literasi Nasional ini mari kita berkaca pada diri sendiri, sudah sejauh mana kecakapan literasi kita, sudah seberapa peran kita dalam memajukan literasi masyarakat Indonesia, sudahkah kita membagi pengetahuan literasi kita? Selamat Hari Literasi Nasional, Selamat bergerak memajukan literasi bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.