Liputan6.com jadi Pemateri Utama PJTLN LPM Patriotik

0
Foto: Dok. Istimewa

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Patriotik Universitas Batang Hari (UNBARI) Jambi, menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) perdananya yang berlangsung di Asrama Haji Kota Jambi dari 8-13 November 2019, dengan mengusung tema “Mobile Journalism”. Acara ini diikuti sebanyak 28 peserta dari berbagai LPM di Indonesia.

Tak tanggung, sebagai pengisi materi utama ‘Memahami Mobile Journalism’ pada Kamis (14/11). LPM Patriotik mendatangkan langsung Andi Muhyiddin alias Dio selaku kepala multimedia Liputan6.com.

Mobile Journalism (MoJo) sendiri adalah kegiatan mencari, merekam, mengedit, menyajikan dan menyebarkan informasi hanya dengan smartphone. Output yang dihasilkan MoJo diantaranya videografi, konten sosial media, photography, podcast, infografis dan sebagainya.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan dalam materinya bahwa MoJo menjadi solusi bagi generasi Z yang sekarang ini ingin informasi yang serba cepat.
“Teman-temankan generasi Z pasti sukanya yang serba cepat, gak kuno, kekinian. Nah, MoJo menjadi solusi. Lagi sedang populer dan banyak dipakai jurnalis saat ini. Bahkan, saya pikir dimasa depan profesi ahli seperti fotografer, videografer, desain grafis, atau jurnalis sekalipun bisa terancam, karena semua orang bisa membuat media sendiri melalui smartphone,” terangnya.

Sementara itu, untuk pengaplikasian Mojo ada beberapa teknik dasar yang harus dikuasai. Diantaranya, aktifkan mode pesawat agar tidak terganggu notifikasi; pilih resolusi terbaik; posisi kamera sesuai kebutuhan platform; pastikan objek fokus; gunakan aplikasi profesional; hindari zoom in dan zoom out; kejelasan kamera; rekam minimal empat detik pershot; audio adalah elemen yang sama penting dengan visual; dan shot bervariasi.

Semakin berkembangnya zaman, teknologi dapat merubah kebiasaan. Masyarakat pada umumnya sudah tidak menggunakan cara-cara lama lagi dalam mencari informasi. Di masa sekarang pula orang juga sudah jarang menonton televisi, biasanya lebih menyukai konten-konten digital.

“Jadi, konten kita itu jangan pakai cara-cara televisi, ada bumpernya, tidak to the point, bertele-tele, slow out, perlahan-lahan, terus akhirnya penonton dengarin audio. Sementara, penonton mobile itu gak mau buang kuota untuk hal yang gak menarik. Jadi, kawan-kawan yang milenial ini coba cara kerjanya juga milenial. Jangan takut untuk berkreasi, membuat pembaharuan dan perubahan,” tambah Andi.

Sambutan hangat datang dari Linda Purnama Sari, peserta asal LPM Kronika IAIN Metro lampung ini mengungkapkan, materi ini menarik dan banyak pelajaran memaksimalkan mobile itu sendiri.
“Penyampaian bang Dio (Andi) itu sangat menarik, kita banyak belajar tentang gimana memaksimalkan penggunaan mobile itu sendiri. Generasi Z memang perlu ada pembaharuan, perkembangan teknologi semakin cepat, jadi kita dituntut untuk lebih kreatif dalam menggunakan mobile dan harus memiliki kemauan untuk selalu belajar mengenai perubahan zaman tersebut,” tutupnya.

Reporter : Anisa Rizwani dan Wahyu Nizam

Editor      : Cut Syamsidar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.