Kemacetan di Area Kampus UIN SU, Salah Siapa?

0
Penulis: Editor LPM Dinamika UIN SU

Oleh: Ade Suryanti

Siapa sih yang tidak pernah terjebak macet? Memang sangat menyebalkan dan membosankan jika kita terkena macet dan bingung harus melakukan apa. Parahnya lagi, itu akan berpengaruh kepada kesehatan badan dalam jangka waktu dekat maupun dalam jangka waktu panjang.

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya lalu lintas yang disebabkan oleh padatnya kendaraan umum. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar seperti di Jakarta dan juga Medan. Beberapa dampak negatif dari kemacetan ini adalah meruginya waktu, meningkatkan polusi udara dan yang paling penting adalah meningkatnya stres pengguna jalan saat kemacetan sedang berlangsung.

Sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Aggressive Behavior (1999) menunjukkan adanya peningkatan stres dan perilaku agresif pada pengemudi-pengemudi yang menghadapi kemacetan parah, baik pengemudi lelaki maupun pengemudi perempuan. Setiap individu pasti memiliki respons yang berbeda-beda. Ada yang hanya mengeluh, mengeluarkan teriakan-teriakan dan ada pula yang menanggapinya dengan emosional.

Pembahasan yang akan dipaparkan adalah mengenai kemacetan lalu lintas di area kampus, terkhusus UIN SU. Sering kali kita terjebak macet di arah jalan keluar kampus tersebut. Kemacetan itu terjadi karena beberapa kendala. Namun, masalah yang paling utama ialah mengenai tidak tertibnya para sopir angkot yang menaikkan dan menurunkan penumpang sesuka hati mereka.

Kemacetan terjadi mulai dari pagi hingga menjelang sore, dan puncaknya adalah ketika matahari tepat berada di atas kepala kita. Bayangkan saja, betapa penat dan letihnya kita saat pulang kuliah, ketika dalam perjalanan pulang untuk melepas penat malah disuguhi kemacetan yang membuat naik darah. Bukan hanya satu dua orang. Namun, kebanyakan dari kita akan merasa emosi bila dilanda namanya macet.

Kemacetan tersebut bahkan bukan hanya terjadi di sekitar area kampus UIN SU, tetapi berlanjut di simpang empat Unimed juga simpang tiga GOR Pancing. Penyebabnya adalah tidak berfungsinya Traffic Light yang ada di jalan tersebut. Ditambah lagi tidak ada pengawasan dari pihak polisi juga dinas terkait.

Mengenai sopir angkot yang tidak tertib dalam menaikkan dan menurunkan penumpang di area kampus, apakah sepenuhnya salah mereka? Semua itu tergantung dari perspektif pemikiran kita masing-masing. Bahwa kita sebagai penumpang juga harus introspeksi diri, apa yang menyebabkan kemacetan itu terjadi. Alangkah baiknya kita sebagai penumpang menunggu angkot jangan tepat di arah keluarnya kampus. Karena itu juga akan mempengaruhi para sopir angkot nantinya.

Bayangkan seperti ini, jika penumpang tidak menunggu tepat di arah keluar kampus maka angkot-angkot itu akan sepi penumpang dan akan mencari di mana penumpang itu menunggu angkot. Secara tidak langsung para penumpang telah membantu para pengendara agar berjalan dengan normal atau mengurangi kemacetan yang terjadi di arah keluar kampus.

Jadi, siapa yang harus kita salahkan atas peristiwa tersebut, para sopir angkot atau penumpangnya. Maka dari itu sebagai penumpang yang bijak terkhusus para mahasiswa, marilah kita mengurangi kemacetan tersebut dengan menunggu di tempat yang berjarak dari lokasi arah keluarnya kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.