Ilustrasi: Afifah Lania

Medan Dinamika Online – Terkait keluhan camaba yang dikenakan UKT golongan tinggi dan masih terkendala saat mengajukan banding, pihak akademik UIN SU menjawab bahwa dalam penetapan besaran UKT itu berdasarkan keputusan Kementerian Agama (Kemenag), Selasa(7/8).

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 211 Tahun 2018 bahwa UKT dibuat menjadi 7 golongan, salah satunya pada golongan 1 sebanyak 5% dari jumlah keseluruhan mahasiswa, dikenai UKT senilai Rp. 400 ribu. “Besarnya UKT bukan keinginan rektor melainkan itu sudah tertera para KMA 211,” ungkap salah satu staf akademik UIN SU.

Guna membantu mahasiswa, rektor membuat kebijakan tingkat UKT ditetapkan hanya sampai 4 golongan, sebab pada golongan 5,6,7 merupakan tarif yang sangat tinggi. Jika golongan yang ditetapkan tersebut ditutup maka rektor tidak menerima banding UKT lagi namun demikian rektor masih memberi peluang bagi mahasiswa yang mengeluhkan UKT-nya.

“Rektor meminta agar mahasiswa yang yatim-piatu lebih diutamakan dan dibantu minimal dipindahkan ke UKT golongan 1 yang besarnya hanya Rp. 400 ribu,” lanjutnya. Adapun UKT golongan 1 berdasarkan KMA 211 yang berisi kuota sebanyak 5% kini dinaikkan oleh rektor menjadi 15%.

Reporter : Audry Uyuni dan Siska Ramayani Damanik

Editor     : Iin Prasetyo