Foto: M. Angga Ramadhan

Medan, Dinamika Online – Aktivitas kuliah memang telah usai, namun mahasiswa FITK UIN SU berorasi di depan pintu Birokrat (16/1). Di akhir orasi, Koordinator lapangan mengancam akan membawa massa lebih banyak jika tuntutan mereka tidak digubris oleh Birokrat.

Sayutan keras di depan Biro berkumandang menuntut kebijakan UIN SU yang dinilai tidak pro terhadap mahasiswa. Seraya menyemarakkan suara, “Hidup mahasiswa!” aksi yang disponsori oleh Senat Mahasiswa Fakultas (Semaf) FITK meminta agar tuntutan ini ditunaikan.

“Meminta kepada Bapak Rektor untuk menindaklanjuti oknum yang terindikasi melakukan penjualan nilai, dengan cara mewajibkan pembelian buku, adanya transparansi dana tahfiz untuk sidang kompri, memperjelas hasil surat banding UKT yang diajukan oleh Mahasiswa dan soal kepengurusan KOPMA sebagai UKK/UKM,” hentak suara Koordinator lapangan, AN Hasibuan.

Menyambung orasi Koordinator lapangan, Ketua Semaf FITK bersuara, “Biro harus menyediakan parkir sepeda motor dan mengubah fungsi lapangan Fakultas Tarbiyah menjadi tempat diskusi mahasiswa seperti sebelumnya. Juga dosen Pembimbing Akademik stambuk 2017 yang dianggap mempersulit mahasiswa dengan kebijakan yang lama,” tutup M. Arif Lubis, Ketua Semaf 2017-2018.

Reporter         : Rahmanuddin dan Desi Mulyana

Editor             : Siti Arifah Syam