Berbicara tentang zaman modern ini, pasti ada banyak dinamika sosial yang terjadi. Dewasa ini dinamika-dinamika kehidupan yang terjadi pada kalangan masyarakat, menjadi persoalan yang semakin rumit dan sangat sulit dipecahkan. Jika kita lihat pada zaman sekarang ini ada banyak perilaku masyarakat yang semakin melenceng dari ajaran agama islam. Orang-orang sekarang ini tidak peduli akan sesamanya sendiri mereka memilih untuk hidup dalam individualitas tanpa memikirkan orang lainya. Seakan-akan kehadiran orang lain tidak ada artinya lagi.

Tawuran remaja, tindakan kriminal, penyalahgunaan narkotika, hedonisme, radikalisme, bahkan sampai terorime yang akhir-akhir ini sering terjadi. Semua ini terjadi karna adanya penyimpangan sosial yang terjadi dikalangan masyarakat sekarang ini. Jika dibiarkan terus-menerus, terjadi maka dipastikan akan menjadi bomerang, bagi masyarakat tersebut khususnya bagi umat islam. Maka hal ini memerlukan terapi yang dapat mengubah pola perilaku yang menyimpang tersebut.

Tasawuf merupakan salah satu cabang ilmu yang membahas tentang permasalahan perilaku manusia yang menyangkut pada permasalahan hati. Jika ditinjau dari segi bahasa tasawuf berasal kata safa’ yang artinya suci, bersih, dan tidak kotor. Sedangkan dari segi makna tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlak, membangun dhahir dan batin, untuk memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Pembahasan mengenai tasawuf ini sangat banyak macamnya diantaranya tobat, syukur, sabar, dan tawakal.

Jika dikaitkan dengan permasalahan yang terjadi di zaman sekarang ini. Maka sumber utama timbulnya penyimpangan sosial ini adalah dari hati atau qalbun. Mengapa hati menjadi bagian yang sangat vital bagi keseimbangan pola pikir manusia. Jika ditinjau dari segi kesehatan selain berperan sebagai penghasil empedu, hati juga memiliki fungsi sebagai, penghilang racun darah untuk membersihkan zat-zat berbahaya seperti alkohol dan obat-obatan, penyimpan beberapa vitamin dan zat besi, dan menghancurkan sel-sel darah merah tua. Jika ditinjau dari segi keagamaan hati atau qalbun memiliki peran sebagai peneguh atau penguat keimanan seseorang pada Allah SWT.

Jika hati atau qalbun ini berpenyakit, maka dapat dipastikan akan terjadi perilaku yang menyimpang dari ajaran agama islam. Jika hati telah terjangkit penyakit maka perlu diobati. Obat hati yang satu ini tidak cukup dengan berobat kepada dokter dengan memakai obat yang biasa. Namun memerlukan obat yang luar biasa, lebih ampuh yaitu dengan terapi hati, yang memakai tasawuf sebagai media terapi.

Tasawuf sendiri selain merupakan cabang ilmu juga memiliki peranan sebagai obat maupun terapi hati yang ampuh dan mujarab bagi hati atau qalbun yang berpenyakit. Jika hati kita bersih, suci, dan tidak kotor maka kita akan melakukan segala perintah Allah SWT dengan ikhlas dan tidak ada rasa terpaksa dalam melakukanya. Diantara penggunaan terapi hati menggunakan tasawuf ini adalah:

  1. Taubat

Terapi hati yang pertama adalah taubat, taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Menurut Syekh Abi Zakariya Yahya bin Syarif An-Nawawi dalam kitabnya “Riyadush Sholihin” taubat itu wajib dari tiap-tiap dosa. Adapun syarat-syarat melakukan taubat ini ada 3 hal yaitu, harus menghentikan maksiat, harus menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan, dan sungguh-sungguh berniat tidak mengulangi perbuatan itu kembali. Taubat ini merupakan terapi bagi orang yang sering melakukan kemaksiatan dan taubat ini merupakan terapi hati yang dapat dilakukan oleh siapapun yang ingin mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

  1. Syukur

Lalu terapi hati yang selanjutnya adalah syukur. Banyak manusia yang melakukan kemaksiatan karna mengangap harta yang dimiliknya sangat sedikit dibandingkan dengan harta milik orang lain. Mungkin hal ini di karnakan orang tersebut kurang bersyukur. Syukur menurut Imam Al-Ghazali adalah “memanfaatkan potensi anugerah yang Allah Swt berikan agar terlaksananya amal kebaikan dan tercegahnya kemungkaran”. Syukur ini merupakan salah satu terapi hati yang paling ampuh dalam mengobati penyakit hati.  Dengan bersyukur kita akan selalu merasa cukup, atas pemberian Allah SWT mau pemberian itu sedikit ataupun banyak. Kita akan selalu merasa senang karena masih diberikan kenikmatan oleh Allah SWT walaupun dalam jumlah yang sedikit.

  1. Sabar

Lalu terapi yang selanjutnya adalah sabar, sudah pasti sebagai manusia biasa kita pasti sering mengalami kegagalan, kepayahan, serta kekecewaan yang mendalam. Jika tidak diantisipasi hal-hal tersebut dapat memicu kita malakukan hal kemaksiatan yang dilarang oleh agama islam. Maka terapi hati dengan bersabar adalah solusi yang ampuh dalam mengatasi kekecewaan atau kegalauan dalam bahasa kerennya sekarang ini.

Sikap Sabar ini juga terdapat didalam ayat alquran surah Al-Baqarah; 153 “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. Hal ini menunjukan bahwa sabar dapat menangkal sifat-sifat yang tercela dan menjadi terapi bagi hati yang sedang dilanda kegalauan yang mendalam.

  1. Tawakal

Lalu terapi hati yang selanjutnya adalah tawakal, tawakal artinya menyerahkan, memercayakan dan mewakilkan segala urusanya kepada Allah setelah adanya usaha maksimal yang telah dilakukan. Terkadang kita lupa bahwasanya Allah Swt merupakan penentu dari hasil usaha yang kita laukan. Kita selalu beranggapan bahwa usaha kita pasti berhasil dan tidak akan gagal. Hal ini lah yang mengakibatkan orang menjadi putus asa ketika usahanya gagal. Maka sikap tawakal ini lah yang menjadi terapi hati yang ampuh untuk mengatasi keputusasaan yang kita alami. Maka dengan bertawakal kita akan dapat mengikhlaskan segala keputusan yang Allah Swt berikan.

Semoga dengan hal-hal tersebut kita dapat mengobati ataupun menerapi penyakit hati yang telah terjangkit di dalam hati kita. Karena kita harus menjaga hati dan berhati-hatilah dengan hati agar tidak sakit hati.

Penulis: Rizki Ramadhan