Foto : Jihan Fikriyah

Medan, Dinamika Online – Berawal dari rasa kepedulian untuk mencari solusi permasalahan Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), sekelompok pemerhati masalah penyimpangan seksual melakukan aksi nyata dengan membentuk wadah konselor Pedophilic Trauma Healing (Petrah), yang launching perdana dibarengi seminar parenting di Lantai II Gedung Aula UIN SU. Acara ini sukses mendapat antusias dari para peserta seminar yang kebanyakan ibu-ibu dan guru, Sabtu (24/2).

Petrah dibentuk untuk memfasilitasi orang-orang yang punya trauma seksual di masa kecil dan yang memiliki kemungkinan disorientasi seksual, untuk dapat berubah dan tetap melanjutkan hidup sesuai fitrah gendernya. Pendiri Petrah, Nina Novira sengaja membarengi launching wadah konselor yang digagasnya dengan acara seminar parenting, yang memang mengajak para orang tua dan guru.

“Acara ini utamanya kami tujukan untuk para orang tua, karena banyak masalah-masalah penyimpangan seksual di masa dewasa ternyata penyebabnya adalah pola asuh yang salah di masa kecil. Selanjutnya kami menyasar ke guru karena, di sekolah-sekolah, apalagi yang full day school waktu anak lebih banyak bersama guru ketimbang orang tua. Setidaknya jika mereka tidak tersentuh di rumah mereka dapat tersentuh di sekolah”, jelas Nina.

Dalam acara ini juga menghadirkan pegiat dan pendiri Lembaga Konseling LGBT Peduli Sahabat, Sinyo Egie (Kak Sinyo) sebagai pembicara utama. Kak Sinyo mengatakan, orang tua harus mampu menjadi sahabat terbaik bagi anak-anaknya. “Bangun komunikasi yang baik dengan anak, sehingga anak akan terbuka untuk menceritakan setiap permasalahannya. Lagi, dari si anak masih kecil orang tua harus sudah mengawasi kemana arah orientasi seksual anak, apabila dari kecil terdeteksi orientasi seksualnya menyimpang, dapat segera diluruskan,” jelasnya.

Rahmadani, seorang ibu sekaligus guru SMP mengaku sangat senang dapat mengikuti acara ini karena cukup menarik. Ia juga merasa miri melihat kehidupan anak-anak sekarang. “Miris sekali rasanya melihat kehidupan anak-anak sekarang yang dari kecil sudah terkontaminasi pornografi, sehingga menyimpang keadaan seksualnya. Dari sini kita bisa menambah ilmu dalam mendidik anak,” ungkapnya.

Reporter : Anisa Rizwani

Editor      : Iin Prasetyo