Medan, Dinamika Online – Mengorek soal minimnya literasi di kalangan mahasiswa membuat Perpustakaan UIN SU mulai menggencarkan sistem teknologi sebagai bentuk menyesuaikan maraknya penggunaan internet pada mahasiswa dalam mengakses informasi di era globalisasi ini, Rabu (28/11).

Perpustakaan UIN SU mengimplementasi teknologi melalui perpustakaan digital memakai RAP ID, pengoleksian buku elektronik, journal dan sebagainya. “Munculnya teknologi menimbulkan anggapan mahasiswa untuk apa datang ke perpustakaan kalau bisa mengakses informasi dari internet. Nah, kita mau ubah itu dengan mengimplementasikan teknologi ke dalam perpustakaan,” ucap Franindya Purwaningtyas, M.A selaku ketua panitia di acara Festival Library.

Lebih lanjut Ketua Panitia yang kerap dipanggil Nindi mengatakan dalam mencapai hal ini butuh proses yang panjang. “Kita ingin menumbuhkan rasa suka dan kenyamanan mahasiswa bukan sekadar butuh ke perpustakaan dengan menata setiap sisi dengan kreasi. Namun ini butuh proses yang panjang untuk mencapainya,” tambahnya.

Dalam memunculkan image positif mahasiswa bahwa perpustakaan itu penting serta meningkatkan progresnya, Perpustakaan UIN SU menyurvei ke seratus responden dengan 4 indikator yaitu sarana prasarana, layanan, pustakawan, dan ketersediaan koleksi yang ada di perpustakaan UIN SU dengan mengundang Kepala Perpustakaan UNIMED, Tessa Simahate.

Hasil survei menyatakan dari keempat indikator tersebut, Perpustakaan UIN SU sudah cukup baik seperti yang dijelaskan Tessa saat menyampaikan materi seminar bertajuk “Perpustakaan UIN SU di Era Distrupsi”. “Hasil surveinya yang dilakukan sudah cukup baik, ruang baca juga mulai diperbanyak, tapi saya melihat ada yang kurang pas yaitu sebaiknya gedung perpustakaan dibuat khusus agar lebih kondusif,” jelas Tessa.

Reporter : Ayu Wulandari Hasibuan dan Devi Junita Sari

Editor      : Ridha Amalia

Tingggalkan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.