Foto    : Dok. Dinamika

Medan, Dinamika Online – Untuk pertama kalinya FUSI (Fakultas Ushuluddin dan Studi Muslim) gelar Seminar Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Prodi IAT (Ilmu Al-quran dan Tafsir) semester V sekaligus penandatangan MoU dengan MUI kab. Samosir. Acara ini mengusung tema: “Strategi membumikan Al-quran di Daerah Minoritas Muslim”, berlangsung di ruang sidang FUSI, Kamis (21/12).

Dengan menghadirkan Kajur IAT, kajur dari berbagai juruan serta Amru Hasibuan, MA ketua MUI selaku Pemateri yang juga merupakan Da’i di wilayah minoritas Muslim kab. Samosir.

Sebenarnya ada beberapa kendala teknis yang membuat sulitnya berdakwah di wilayah minoritas muslim seperti yang diungkap oleh Amru Hasibuan. “Walaupun Sumut merupakan wilayah mayoritas muslim, namun ternyata rumah ibadah non muslim lebih banyak dari pada mesjid. Pada hakikatnya muslimlah yang lebih toleran terhadap non muslim, kendala teknis yang menyulitkan kita untuk berdakwah di wilayah minoritas muslim juga karena rendahnya tingkat keilmuan dan pemahaman masyarakat terhadap agama, yang mana adat lebih mendominasi mereka daripada agama,” ungkapnya.

Hal ini juga ditegaskan kembali oleh Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag selaku ketua jurusan IAT bahwa kita hanya menyampaikan dan mensosialisasikan dakwah kepada minoritas muslim saja. “Sampaikan dan nasehati dengan cara bijaksana, sikapi dengan jalan yang baik, hidayah urusan Allah dan serahkan semua kepadaNya. Tugas kita hanya menyampaikan dakwah kita dan mensosialisasikannya kepada mereka,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan harapannya, “Harapan kita semoga hal ini menjadi cemeti bagi kita bersama dan bisa lebih bersinergis lagi untuk ke depannya,” tutupnya.

Reporter         : Desi Mulyana dan Rizqi Ramadhan

Editor             : Aminata Zahrita