hisyam

Medan, Dinamika Online  Palang Merah Indonesia (PMI) unit UIN SU menyelenggarakan kegiatan pengukuhan calon anggota yang diberi nama Kemah calon anggota (Kacang) yang diselenggarakan oleh panitia bertepatan dengan berakhirnya masa ujian UAS. Kegiatan ini sendiri dipusatkan di pelataran halaman Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK ) kampus UIN SU Medan. (12/1)

Menurut Sarrah Inong Lhena selaku panitia yang juga menjabat sebagai kepala bagian Divisi Perekrutan dan Orientasi Anggota Baru, adapun tujuan diadakannya Kacang adalah untuk mempererat jalinan silaturahmi antara anggota baru dengan para pengurus. Acara ini merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh panitia berkaitan dengan kegiatan recruitment anggota dan dilanjutkan dengan acara kegiatan pengukuhan atau yang mereka sebut Kacang dengan acara puncak yang akan diadakan malam nanti. “Alhamdulillah, sekarang ini mereka sudah masuk kedalam angkatan ke 18 KSR PMI UIN SU Medan, walau awalnya berjumlah 40 orang dan yang jumlahn yang tersisa hanya 20 orang, ditambah panitia yang berjumlah 17 orang. Namun kami berharap bahwa mereka inilah yang nantinya siap menjadi relawan kapan pun jasa mereka dibutuhkan” ungkap Sarrah.

Acara ini nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan praktek lapangan yang sebelumnya telah diberikan pembekalan teori kepada para peserta mengenai ilmu tentang PMI, dan ilmu tersebut akan diujikan kembali pada malam pengukuhan. Ditambah lagi dengan adanya agenda acara yaitu Jurit Malam, yang bertujuan untuk menempa mental peserta. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa dalam pengetahuan yang dimiliki seputar PMI dan menguji loyalitas mereka sebagai calon relawan yang nantinya akan terjun ke lapangan dalam membantu masyarakat banyak. Hal inilah yang menjadi tujuan penting dari serangkaian acara yang nantinya akan dijalani para peserta.

Sementara itu, Kholis Azizi yang menjabat sebagai Komandan KSR PMI UIN SU Medan mengungkapkan, ”Sebelum mereka mengadakan acara ini, mereka sudah diajarkan teori-teori PMI itu sendiri, namun belum secara praktek dan pada saat inilah ilmu yang didapat akan dipraktekan” jelasnya. Harapan dari panitia sendiri, agar kiranya peserta yang sedikit ini tetap bertahan dan loyal terhadap organisasi serta menjadi seorang relawan di masyarakat. “Sedikit bukan berarti menyurutkan langkah kita berkarya, namun bagaimana memposisikan diri berbuat yang terbaik bagi banyak orang, dan satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah loyalitas, sebab tanpa loyalitas organisasi tidak akan jalan”. Tutup sang komandan.

Reporter: M. Hisyamsyah Dani, Nurtiandriyani Simamora

Editor: Nurtiandriyani Simamora

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry