Foto : http://fis.uinsu.ac.id

Medan, Dinamika Online – Pemateri dalam diskusi kontroversi berjudul “Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Alquran” M. Yaser Arafat, M.A mengaku menyesal dengan melayangkan surat permintaan maaf secara tertulis terkait diskusi yang dinilai melecehkan Alquran beberapa waktu lalu, Sabtu (16/12).

Dalam surat yang diunggah melalui laman facebook miliknya, Yasir Arafat menyampaikan beberapa hal, yakni :

Saya merupakan pemakalah/pemateri dalam diskusi dengan judul “Jejak Pelacur Arab dalam Seni baca Alquran” pada Senin 11 Desember 2017.

Makalah dengan judul yang dimaksud ini merupakan sebagian data penelitian saya yang belum selesai. Sehingga, bukan kesimpulan final dan tetap. Karena itu secara akademik sangat terbuka pada usaha koreksi data, metodologi dan kesimpulan.

Bahwa adapaun niat membicarakan materi dengan judul di atas murni hal keilmiahan tanpa maksud dan tujuan lainnya.

Bahwa kemudian judul diskusi yang dianggap menyinggung etnis Arab dan meresahkan masyarakat Islam Indonesia, saya menyatakan menyesal dan memohon maaf.

Dalam hal diskusi selainnya, saya berjanji pemilihan judul dan materi akan memperhatikan kearifan dan nilai yang hidup di masyarakat.

Bahwa perlu saya tambahkan dalam pernyataan ini, bahwasanya dekan dan dekanat tidak pernah saya libatkan untuk pemilihan judul dan tema diskusi tersebut.

Namun, Yaser Arafat saat dihubungi via whatsapp menolak dimintai keterangan. “Maaf ya, saya belum boleh bicara, untuk kepentingan yang lebih besar,” tulisnya.

Reporter : Muhammad Ibrahim dan May Andriani

Editor     : Nurul Farhana Marpaung