Medan, Dinamika Online – Sehubungan dengan beberapa postingan di media sosial terkhususnya Facebook yang mengatakan bahwa telah terjadi pelecehan terhadap kitab suci Al-quran dalam rangka Dies Natalis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ke – 44 yang diselenggarakan pada hari Senin, 11 Desember 2017 di Gedung Pusat Bahasa Arab, panitia acara buka suara terkait kejadian tersebut.

Melalui pesan singkat WA, Riset Agama dan Masyarakat (Resam) selaku panitia acara tersebut memberikan klarifikasi kepada LPM Dinamika UIN SU terkait kejadian yang meresahkan masyarakat terkhususnya di lingkungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (12/12).

Dalam pesan singkat tersebut, mereka menganjurkan kepada masyarakat untuk Tabayyun dan isi pesan tersebut bertuliskan, Pertama Diskusi dengan judul yang dipersoalkan sebenarnya merupakan ranah kajian dan penelitian yang terbuka, pada kritik dan koreksi dari banyak kalangan, khususnya para peneliti bukan kebanyakan orang.
Kedua, Dalam usaha mengkritik dan mengkoter data, metodologi dan kesimpulan yang diajukan oleh pemakalah sdr. M. Yaser Arafat, lembaga kami sudah merencanakan pada pertemuan selanjutnya yang sedang akan dijadwalkan dengan mengundang para pakar yang kompeten di bidang yang dibutuhkan.
Ketiga, Kami mengajukan permohonan maaf atas judul yang telah membuat keresahan masyarakat Islam Indonesia.
Keempat, Kami berjanji dalam hal menyelenggarakan kajian – kajian ilmiah ke depanya tetap mempertimbangkan kaidah ilmiah yang ketat dan mempertimbangkan kepatutan, suasana bathin masyarakat muslim di Indonesia.
Ttd.
Resam, Riset Agama dan Masyarakat.

Begitulah isi pesan singkat yang dikirimkan panitia melalui aplikasi Whatsapp, dalam pesan tersebut Resam selaku panitia berjanji untuk melakukan penjadwalan ulang pertemuan untuk membahas penelitian yang dilakukan oleh M. Yaser Arafat, dengan mengundang para peneliti. Hingga berita ini diturunkan, tim kami belum mendapat informasi kapan penjadwalan ulang klarifikasi terkait masalah yang ditimbulkan dari seminar ini.

Reporter : May Andriani