Foto  : M. Angga Ramadhan

Medan, Dinamika Online – Kalender pembangunan gedung kuliah UIN SU sudah melewati periode proyek, melalui Azan Dini Nasution selaku Sit Manager Kontraktor proyek, membenarkan kabar molornya proyek tersebut. Mengingat napak tilas pembangunannya yang syarat akan drama. Drama-drama itu dimulai dari efek pemotongan anggaran oleh Kemenkeu pada 2015 silam yang mereduksi kelanjutan proyek, janji-janji dimulainya proyek pembangunan hingga kembali bermuara pada implementasi secara praktik, (20/1)

Keharusan bangunan tersebut siap huni pada awal semester akademik baru, nyatanya harus ditunda sebab keterlambatan kedatangan bahan-bahan dan material perlengkapan bangunan. Bahan bangunan mayoritas didatangkan dari Pulau Jawa. Azan beralasan bahan bangunan didatangkan dari Jawa adalah ketersediaan bahan yang hanya didapatkan dari Pulau Jawa dan tidak ditemukan di Kota Medan dan wilayah Sumatera.

Rencananya, 27 desember 2017 adalah tahapan akhir dari pembangunan tersebut, khususnya untuk konstruksi bangunan berirama bangunan Arab itu. Dari pantauan Dinamika di lapangan, desain model bangunan tersebut menyerupai bangunan gedung kuliah FEBI karena kemiripan itu mulai muncul dari kondisi bangunan saat ini.

Namun, gedung kuliah ini tidak ada kaitannya dengan FEBI. Dikutip dari postingan Rektor UIN SU, Prof, Dr. H. Saidurrahman, M.A pada akun instagram pribadinya,@Prof_Saidurrahman, menyebutkan, “Bangunan tersebut merupakan bangunan yang diperuntukkan bagi Mahasiswa FITK”. Lantas ini membuat Reporter Dinamika terheran-heran.

Mengutip postingan berita Dinamika pada laman berita www.lpmdinamika.co edisi Oktober 2017 lalu menyebutkan Kepala Bagian Umum, Subhan Dawawi memprediksi bangunan tersebut diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa UIN SU yang kekurangan kelas untuk fasilitas perkuliahan. Mengingat hampir seluruh fakultas kekurangan kelas, termasuk yang digadang-gadang FEBI adalah pelesir fasilitas gedung itu.

Membahas kembali soal keterlambatan, Sit Manager kontraktor, Azan Dini Nasution mengaku merasa lapang dengan izin yang diberikan kepada Pihak Kontraktor yang telah memperpanjang masa pembangunannya hingga bulan februari mendatang. Walaupun untuk kondisi bangunan sudah mencapai 100 persen. Namun tampilan depan bangunannya masih berupa batu bakar merah. Bukan hanya tampilan depannya, septic tank atau tempat pembuangan pun masih berupa sumur besar yang digenangi air.

Tambah Azan, “Septic Tank baru akan tiba pada perkiraan bulan Februari nanti. Sebenarnya masalah besarnya adalah soal pengiriman barang dari Jawa ke Medan dengan waktu perjalanan yang relatif lama,” katanya di tempat tinggal sementara Kontraktor dan Pekerja proyek bangunan bersebelahan dengan Rusunawa.

Informasi diperoleh dari masing-masing narasumber, namun untuk memperkaya narasumber dalam berita ini seharusnya mengikutsertakan Birokrat sebagai pusat informasi, karena kekosongan kantor-kantor di Biro, untuk memperoleh informasi tersebut akan digali pada kesempatan berikutnya.

Reporter         : Rahmanuddin dan Desi Mulyana

Editor             : Aminata Zahriata