Foto : Silvia Marissa

Medan, Dinamika Online – Kelihaian reporter saat live report dilayar kaca tidak hanya dalam penyampaian berita, reporter juga butuh penguasaan dubbing sebagai teknik membius penonton agar tertarik pada kilasan berita. Paparan ala presenter TV One, Wanasari saat mengisi materi bersama pers mahasiswa se-Indonesia di gedung Balai Diklat Industri Medan, Minggu (15/10).

Teknik dubbing dimaksud ialah penguasaaan tiga poin penting bagi tiap reporter sebelum atau  sedang menyampaikan berita, yakni olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa. “Dalam olah tubuh, coba kita mulai pembiasaan napas itu tanpa gerak dada, melainkan gerak napas dari diafragma, karena gerak napas diafragma akan membantu kestabilan vokal, sedangkan olah vokal ialah pengolahan tekanan suara saat menyampaikan berita,” Wanasari menjelaskan.

Terkait olah rasa, presenter yang bertugas di Medan itu menyebut bahwa penghayatan serius menjadi tolok ukur dalam menyesuaikan alur berita, “Seperti bermain drama, kita selalu diajari bagaimana menciptakan rasa memerankan satu kejadian, nah begitulah bagaimana kita menciptakan rasa saat melaporkan berita,” tambahnya.

Erwin, Pers mahaiswa asal Makassar mengaku memiliki bekal baru guna melaporkan berita setelah mendapat paparan terkait penyampaian isu di depan layar. “Ilmu saya bertambah setelah diajari bagaimana cara dubbing, cara pengambilan napas yang baik, cara bicara yang benar, ini jadi bekal saat melaporkan berita,” sebut kru LPM Washilah itu.

Reporter         : Muhammad Ibrahim

Editor             : Nurul Farhana Marpaung