Foto : Fakhrurrazi

Medan, Dinamika Online – Sebanyak 2.181 hasil sampel survei dari tim PPIM UIN Jakarta, untuk melihat data dari tindakan toleransi dan radikalisme di Indonesia, terdiri dari 264 guru, 58 dosen, 1.582 siswa dan 337 mahasiswa. Hasil ini disampaikan dalam Seminar Desiminasi hasil survei nasional PPIM 2017, oleh Dr.Yunita Faela Nisa, Psi. Berlangsung di Aula Rusunawa UIN SU, Rabu (6/12).

Survei dilakukan dengan mengambil sampel terbanyak dari sejumlah sekolah di Sumatera Utara bertujuan untuk melihat pandangan siswa, mahasiswa, guru dan dosen mengenai toleransi beragama di Indonesia, dengan fokus penelitian adalah toleransi dan radikalisme. “Media sosial menjadi media yang digunakan dalam menyampaikan informasi, berupa berita mengenai intolerensi dan radikalisme keberagaman agama,” tutur Jajang Johani. Pd.h.

Ayu Lestari, mahasiswa FEBI yang ikut serta dalam seminar yang hanya diikuti oleh 100 orang ini, menyampaikan pendapatnya bahwa kita tidak pernah mengetahui untuk apa sosial media. “Kita tidak tahu, seberapa bijak orang-orang di luar sana menggunakan media sosial mereka untuk hal-hal tertentu, baik itu hal baik dan hal buruk seperti hasil survei yang kita lihat sekarang,” ungkapnya.

Reporter         : Nadya Aulia Malau dan Nur Aisyah

Editor             : Nurul Farhana Marpaung