Foto : Muhammad Angga Ramadhan

Medan, Dinamika Online – Kepala Perpustakaan UIN Sumatera Utara, Triana Santi, S.Ag, S.S, M.M, nyatakan sikap usai dirinya diminta turun jabatan oleh beberapa kader PMII Fakultas Syariah dan Hukum dalam aksi beberapa waktu lalu. Triana menegaskan siap dicopot dari jabatan, jika indikasi korupsi terhadapnya dapat dibuktikan, Selasa (21/11).

Triana menyebut, dugaan korupsi seperti ketidakjelasan realisasi pengadaan buku tahun anggaran 2014 dan 2015, tidak jelasnya realisasi pengadaan peralatan perpustakaan tahun anggaran 2016, pungli pergantian kartu pustaka, serta dana pemeliharaan yang tidak terlihat manfaatnya (seperti dimuat pada Rabu (08/11), indikasi itu tidak benar adanya terhadap kepala perpustakaan, “Tidak ada dugaan itu yang benar, kalau pun mau dicopot silahkan, saya siap kalau dugaan itu benar,” sebutnya.

Seperti dugaan korupsi pada realisasi pengadaan buku, Triana menolak sangkaan tersebut sebab dirinya baru menjabat pada 2015 akhir, “Kalau dugaan realisasi pengadaan buku tahun 2014, 2015 saya tidak tahu lah, saya kan baru menjabat 2015 akhir, kalau 2016 di masa saya enggak ada penambahan buku, karena ada pemotongan anggaran dari pusat,” ujar Triana.

Begitu juga dengan dugaan praktik pungli pada pergantian kartu pustaka, Triana Santi menjelaskan, “Itu merupakan denda bukan pungli, misalnya kamu mengganti kartu pustaka karena kartu yang lama hilang atau rusak, kamu dikenakan denda dua puluh lima ribu, menurut kamu itu pungli atau tidak, denda itu sudah ada regulasinya dari rektor,” jawabnya.

Sementara dugaan terkait dana pemeliharaan yang tidak terlihat manfaatnya, Kepala Perpustakaan UIN SU itu berkomentar, “Mana yang tidak terlihat manfaatnya, kita kerja perlu komputer, komputer juga perlu di service,  mahasiswa bisa online, AC juga sudah ditambah, yang tidak terlihat itu bagi siapa, bagi pengunjung sudah ada, terutama bagi petugas pun sudah ada manfaatnya,” tambah Triana.

Reporter : Muhammad Ibrahim

Editor : Nurul Farhana Marpaung