Medan, Dinamika Online – Diskusi kontroversi berjudul “Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al-Qur’an” di Aula Pusbinsa yang sempat viral dan menuai kecaman di media sosial, awalnya dilakukan tanpa sepengetahuan Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Dekan FIS baru mengetahui judul tersebut setelah datang untuk membuka diskusi. Hal ini di dapat setelah kami mengkonfirmasi pihak Dekanat,  Rabu (13/12).

Prof. Dr. Ahmad Qorib, MA selaku Dekan FIS mengatakan awalnya tidak mengetahui judul diskusi itu, ia mengaku kaget dengan judul tersebut setelah datang untuk membuka diskusi. “Diskusi itu awalnya tanpa sepengetahuan dekan, saya awalnya ada kegiatan lain setelah itu diminta datang untuk membuka diskusi, begitu melihat judulnya saya sangat terkejut, dari sisi judul itu memang tidak bagus, saya memang menyesalkan itu,” ungkapnya.

Ahmad Qorib menilai judul diskusi yang dilangsungkan oleh Riset Agama dan Masyarakat (Resam) pada Senin (11/12) di Aula Pusbinsa UIN SU itu adalah akibat dari minimnya koordinasi semua pihak dalam menyeleksi setiap kegiatan. “Kita ini kecolongan, diskusi ini sama sekali tidak menyebutkan judul atau temanya saat peminjaman aula, hanya diskusi rutin,” tambahnya.

Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Amroeni Drajat, MA pun angkat suara, ia menilai pihak Dekanat di FIS kecolongan dalam menyeleksi kegiatan. “Seharusnya kegiatan itu ada koordinasi dengan pihak Dekanat, tapi jika seperti itu muncul berarti kecolongan, saya menilai itu kecolongan,” sebutnya.

Reporter : Muhammad Ibrahim dan Tiurmaeda Silaen