Foto  : http://fis.uinsu.ac.id

Medan, Dinamika Online – Diskusi kontroversi berjudul “Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al-Qur’an”  yang dilangsungkan pada Senin (11/12) lalu akhirnya diberi sanksi, namun Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Prof. Dr. Ahmad Qorib, M.A menganggap sanksi yang diberikan tidak perlu berlebihan, Kamis (14/12).

Dekanat FIS telah memberikan sanksi berupa teguran kepada Lembaga Riset Agama dan Masyarakat (Resam) selaku tim pelaksana diskusi. Prof. Dr. Ahmad Qorib, M.A selaku Dekan FIS meminta lembaga tersebut memohon maaf atas kegiatan yang menuai kontroversi tersebut. “Sanksinya ada karena meresahkan umat Islam, yaitu sanksi moral bahwa yang bersangkutan harus meminta maaf kepada umat Islam,”sebutnya.

Namun terkait sanksi lanjutan, Ahmad Qorib menganggap tidak perlu memberikan sanksi berlebihan terhadap lembaga penyelenggara diskusi tersebut. “Teguran lisan sudah, yang bersangkutan palinglah dikasi sanksi disiplin, tidak berlebih-lebihan, kalau sanksi itu berlebih-lebihan akan mematikan dunia akademis jadinya gimana, kan enggak bagus juga,” ungkapnya.

Repoter   : Muhammad Ibrahim

Editor      : Maya Riski