Ilustrasi: Ditanty Chica Novri

Medan, Dinamika Online – Rapidah Azizah Siregar salah satu camaba yang lulus dari jalur seleksi UM-PTKIN mengeluhkan sistem penggolongan UKT di UIN SU. Ia mengesalkan pengajuan banding UKT-nya menerima penolakan, Selasa (7/8).

Rapidah mengatakan, alasan ditolaknya banding tersebut karena pengisian data yang terlalu lama sehingga ia masuk dalam golongan UKT tinggi. “Pihak akademik mengatakan lamanya data yang diisi menjadikan UKT saya golongan yang tinggi karena kapasitas UKT golongan rendah sudah penuh. Mereka menyarankan untuk konfirmasi ke fakultas saat ada banding UKT lagi,” kesal camaba yang lulus di Fakultas Syariah dan Hukum itu.

Menjawab keluhan yang datang, pihak akademik mengatakan bahwa penetapan UKT memang berdasarkan banyaknya kuota yang sudah terisi. “Penetapan UKT memang tidak selamanya berdasarkan penghasilan orang tua, cepat lambat pengisian data juga memengaruhi besaran UKT. Misalnya jika golongan 1 sudah penuh maka akan dipindahkan ke golongan 2 atau seterusnya,” jawab salah satu staf akademik UIN SU.

Reporter : Audry Uyuni dan Siska Ramayani Damanik

Editor     : Iin Prasetyo