CIMG3400

Oleh: Desi Ratna Sari

Ada yang tahu taman Eden? Taman ini terletak di Lumban Julu, Toba Samosir, Parapat, Sumatera Utara. Taman yang berada pada ketinggian 1.100 m sampai 1.500 m di atas permukaan laut ini merupakan sebuah objek wisata dan alam bebas yang dikelola atau diusahai oleh satu keluarga, yaitu keluarga dari Bapak Sirait. Dimana Anda akan menghirup udara segar dan air bersih dari gunung juga terdapat banyak objek yang akan dilihat. Objek wisata ini sudah pernah menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas pelestarian hutan taman Eden seluas 40 ha yg diberikan kepada Marandus sirait selaku pengelola taman Eden. Beliau juga sudah pernah meraih banyak penghargaan dari menteri lingkungan hidup dan pernah juara 1 dalam konservasi alam Sumatera Utara. Anda akan merasakan suasana alam yg penuh keheningan dan kedamaian jika Anda berada di sana.

Jika Anda melintasi jalan raya di sekitar kawasan Danau Toba, Anda akan melihat papan tanda yang bertuliskan ‘Hutan Taman Eden 100’ di sisi jalan. Temukan pintu masuk dan silahkan singgah untuk menikmati pesonanya. Hutan taman Eden 100 ini memiliki 100 jenis tumbuhan khas dataran tinggi. Selain adanya tanaman, hutan taman Eden 100 ini juga memiliki gua kelelawar, air terjun dan masih banyak lagi keindahan yang akan memanjakan mata Anda.

Perjalanan untuk sampai di sana memakan waktu sekitar 4 jam. Kami yang merupakan peserta ajang pelatihan pers mahasiswa nasional berangkat dari Medan sekitar pukul 01.30 WIB.  Kami tiba di hutan taman Eden 100 sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian, kami berjalan memasuki area hutan taman Eden 100. Ketika kami masuk, tidak ada pemungutan biaya untuk memasuki kawasan ini. Tujuan utama perjalanan kami adalah menikmti air terjun unik yang tersimpan di kawasan ini. Di sini juga ada kantin kejujuran, dimana pengunjung dapat melayani dirinya sendiri dan membayar sesuai kemampuannya.

“Di taman ini, semuanya saling membutuhkan. Buah-buahan bebas dimakan, namun jangan disia-siakan. Jika mau dibayar, tidak ada patokan harga. Yang pasti pengunjung harus jujur dan tidak merusak apapun yang ada di taman ini,” ungkap Marandus Sirait.