Inisiasi Mahasiswa KKN Nusantara, Bipolo Cetuskan 1 Februari Hari Tenun

1
Foto: Dok. Dinamika

Terhitung sejak tanggal 7-9 januari lalu sebanyak 62 mahasiswa KKN Nusantrara 3T dari seluruh PTKIN se-Indonesia mengikuti kegiatan pembekalan dan workshop yang berlokasi di Asrama Haji Kupang dengan bertemakan “Peace Building Mewujudkan Moderasi Beragama Dalam Membangun Indonesia Dengan Metode Asset Based Community Development (ABCD)“. Lalu setelah tiga hari masa pembekalan, kami dipecah menjadi tujuh kelompok di kecamatan Sulamu, diantaranya Desa Bipolo, Sulamu, Pantulan, Pantai Beringin, Pitay, Oeteta, Pariti.

Aku dan ketujuh rekanku ditempatkan pada kelompok tujuh yang bertempat di Desa Bipolo, kini kami sudah menginjak hari kedua puluh tiga masa pengabdian di kota dengan skor Kerukunan Umat Beragama (KUB) kedua tertinggi toleransi di Indonesia. Terdapat banyak aset yang ditemukan disini, namun karena keharusan menentukan skala prioritas aset, kami melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan seluruh elemen masyarakat sehingga disepakati Tenun sebagai aset unggulan Desa Bipolo.

Ke semua aset itu kami bantu mengikatnya dengan ikut serta dalam pembuatan draft Perdes (Peraturan Desa), namun lagi-lagi fokus sudah ditentukan yakni Tenun. Dan yang menjadi kendala adalah pangsa pasarnya. Untuk itu kami berinisiasi menghadirkan jasa ekspedisi disini untuk memperluas saluran distribusi pemasaran tenun sehingga dapat menciptakan kemandirian ekonomi bagi Bipolo.

Tepat pada hari ini kami sukses menggelar acara Festival Budaya Bipolo yang sebelumnya itu disambut baik tidak hanya dari tokoh masyarakat terlebih dari aparat desa. Bahkan Kepala desa, wakil BPD, Bumdes sampai turut terlibat dalam rapat persiapan H-1 acara hingga larut malam. Syukurnya kami juga bisa mendapatkan acc proposal dari jasa ekspedisi yakni JNE.

Kegiatan kami dimulai pagi hari dengan pawai dari posko KKN lalu ke balai desa yang keseluruhan partisipan menggunakan pakaian adat mereka berupa tenun, hal itu diikuti oleh seluruh siswa/i SD, SMP, SMA dan itu langsung secara resmi dilakukan pemotongan pita dari bapak Kepala Desa Bipolo. Sesampainya di balai desa acara formal dimulai dari sambutan beberapa tokoh undangan penting, mulai dari pihak Kepala Camat, Kepala Desa, JNE, dan laporan dari ketua kelompok KKN.

“Kami dengan bangga menobatkan tanggal 1 Februari menjadi hari tenun bagi Desa Bipolo,” ucap Theofilus Tapikap selaku Kepala Desa saat memberi sambutan dihadapkan ±700 masyarakat Desa Bipolo. Sungguh daya upaya kami mensejahterakan Desa Bipolo lewat inisiasi festival budaya tenun ini direspon sangat baik oleh seluruh masyarakat setempat, rasa haru dan bangga mendera hati kami. Perjuangan dalam menjadi fasilitator dan pelayanan masyarakat dianggap berhasil.

Fuad sebagai head of marketing JNE juga memaparkan bahwa mereka sangat bangga JNE bisa diterima di Bipolo. “JNE mendukung program pemerintah harapannya produk UKM bisa naik kelas, produk itu tidak mungkin dinikmati oleh warga itu sendiri, misal tenun Bipolo. Nah JNE memberikan sarana untuk memasarkan produknya”.

Selain pawai, festival juga dimeriahkan dengan perlombaan fashion show untuk pelajar Bipolo, nyong dan nona (sebutan laki-laki dan perempuan) terlihat bersemangat dengan memamerkan pakaian adat mereka. Salah satu siswa kelas 12 IPA SMAN 02 Sulamu menyebutkan bahwa memang banyak mahasiswa KKN datang ke Bipolo tetapi itu dari Kupang sendiri dan mereka menyelenggarakan sesuatu itu seperti mengajar saja. “Nah kalau bikin acara kayak ini baru pertama kali dari kakak-kakak KKN Nusantara, saya rasa ini membawa perubahan besar meramaikan masyarakat desa Bipolo,” ujar Marthin Lasena. Ia juga berharap festival ini dapat menjadi motivasi orang-orang disini untuk selalu mencintai adat istiadatnya.

Harapan kami bersama, dikarenakan animo yang membludak selain dari aparat desa juga siswa/i OSIM SMA yang kami libatkan di kepanitiaan, Festival Budaya Bipolo dapat menjadi acara tahunan yang diselenggarakan.

Reporter : Audry Uyuni

Editor : Miftahul Zannah

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.