Foto: Dok. Dinamika

Medan, Dinamika Online – Sistem pembagian e-KTP yang belum juga tuntas dan mengecewakan, membuat warga Sumut meminta kejelasan dari pihak Disdukcapil untuk kepastian pengambilannya. Kekecewaan yang berakhir amukan ini akhirnya diklarifikasi salah satu pihak Disdukcapil.

Untuk meredam amukan warga yang sempat membludak di depan kantor Disdukcapil pada Kamis (13/12), Dani Pulungan salah seorang satpam yang bertugas berulang kali meminta warga untuk bersabar dan tenang. “Iya sabar ya, pak, bu.  Saya pun capek sama seperti bapak ibu, saya pun kasihan sama bapak ibu tapi saya enggak bisa membilangkannya , tunggu di sini aja ya buk,” pinta Dani dengan nada sedikit tinggi.

Hal yang menjadi kausal, statement pengiriman informasi lewat sms sebagai syarat pengambilan e-KTP dari Disdukcapil tidak merata terkirim kepada warga. “Sudah dari jam 9 saya nunggu sampai sekarang tidak juga dapat, informasi sewaktu di Gedung Serbaguna yang belum dapat, ambil ke sini, Senin saya ke sini di usir katanya tunggu dapat sms sedangkan saya belum juga di sms,” keluh warga bernama Edward Jonny P. Marbun.

Soal sms yang dikirimkan pihak Disdukcapil, salah satu pihak Disdukcapil ambil alih menyampaikan klarifikasi bagi warga yang sudah di sms bisa mengambil e-KTPnya ke kantor camat masing-masing. “Kami sedang mendistribusikan e-KTP bapak ibu, ada seribu lagi yang belum di cetak, kalau sudah dicetak tidak mungkin tidak kami kasih, beri kami waktu sampai hari minggu untuk mendistribusikannya ke camat masing-masing,” bilang seorang wanita yang keluar dari dalam kantor dengan pelantangnya.

Lebih lanjut wanita itu mengatakan bagi yang tidak di sms tidak perlu datang ke kantor dan yang di sms tidak perlu juga hadir ke kantor. “Saya memohon kepada bapak ibu tidak datang lagi ke sini kecuali yang di-sms, yang di-sms itu pun tidak perlu sekarang hadir karena cukup namanya ada di berkas ini, karena kalau begini nanti tercampur datanya dengan yang tidak di sms,” tambahnya.

Mendengar statement tersebut suara riuh kembali mengacaukan situasi. “Tadi yang di sms disuruh mengisi data tapi tidak satu pun yang sudah nulis itu dapat e-KTPnya. Hari ini harus dikeluarkan! Bagaimana kami yang sudah menunggu lama ini? Kalau memang di suruh ambil ke kantor camat beri kami hitam di atas putih sebagai bukti untuk pengambilannya,” sorak seorang warga menyuarakan.

Reporter : Ayu Wulandari Hasibuan dan Syafrita

Editor     : Rizki Audina