Foto : Jihan Fikriyah

Medan, Dinamika Online – Dalam rangka mewujudkan generasi peraih mimpi, Ukmi Arrahman Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unimed menggelar kegiatan Intelectual Youth Conference (IYC) 2018 yang mengusung tema “The Miracle of KTI” dengan peserta sebanyak 200 orang, berlangsung di Digital Library Lantai 4 Unimed, Sabtu (24/2).

Urgensi dari “The Miracle of KTI” menuntut mahasiswa memperdalam wawasan ilmiahnya. Mahasiswa diharap mampu membuat karya tulis ilmiah (KTI) yang bermutu dan dapat dinikmati semua kalangan, serta menjembatani pertemuan atau koneksi antarmahasiswa dari pelosok negeri untuk bersatu padu dalam investasi karya anak bangsa.

Presma Unimed Amirul Hazmi sebagai pembicara kunci menuturkan bahwa, sebagai mahasiswa harus keluar dari zona nyaman dengan tidak di dunia kelas saja, berani menyuarakan pendapat lewat tulisan, membangun connecting dan berkompetisi dengan mahasiswa lain. Ia menambahkan, dengan berani menulis dan menyuarakan rekomendasi kebijakan berarti telah ikut mengembangkan self development dan open minded. “Orientasi perkuliahan bukan untuk tugas saja,” tuturnya.

Salah satu dosen Unimed Drs. Zulkifli S. M.Pd. menyampaikan bahwa, sebagai mahasiswa harus mengupgrade dan memfasilitasi diri untuk mengikuti forum kepenulisan seperti IYC dan tidak menjadikan sistem Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai bumerang dalam proses perkuliahan. “Kalian bukan sekadar jadi mahasiswa tetapi pantaskan diri untuk menjadi penulis yang produktif dengan berawal dari tugas-tugas kuliah yang berkembang menajadi karya tulis ilmiah,” tegasnya.

Rizki Ramadhani Nasution sebagai jurnalis Founder Indonesia Melek Media juga menerangkan bahwa, literasi kita sangat rendah termasuk dalam hal meneliti, membaca, dan menulis, terbukti Indonesia berada pada urutan kedua terbawah dalam penelitian di Amerika. Jadi, mahasiswa selain harus melek media juga harus melek berliterasi dan menjadi pemuda yang bermanfaat bagi masyarakat. “Investasikan waktumu untuk isi prestasi, membumikan tulisan dalam bentuk karya tulis dan jadilah pemuda yang progresif dan aktif di masyarakat,” tutupnya.

Reporter : Audry Uyuni dan Ayu Wulandari Hasibuan

Editor      : Iin Prasetyo