Foto: Dok. Dinamika

Medan, Dinamika Online – Kementrian Pemuda, Olahraga dan Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSK) adakan seminar dengan mengusung tema “Pemberdayaan Pemuda Rentan Korban Pidana Perdagangan Orang Melalui Usaha Ekonomi Produktif dan Kreatif di Provinsi Sumatera Utara”. Acara ini turut  dihadiri oleh 50 peserta dari berbagai kemunitas dan organisasi pemuda Sumatera Utara, berlangsung di Hotel Putra Mulia Medan. Minggu (12/11).

Faktor utama perdagangan orang akibat dari tingkat kemiskinan. Akibatnya, orang cenderung mudah percaya ketika diiming-imingi materi. “Proses perdagangan awalnya dimulai dengan adanya perekrutan,” kata Rahmi Purnama Melati, selaku pemateri. Sebagai seorang mahasiswa yang mampu berpikir kritis, salah satu cara meminimalisir trafficking (perdagangan orang) yang semakin mawabah di masyarakat adalah harus mandiri dan kreatif. “Berkarakter maksudnya mandiri, kreatif, dan mempunyai visi misi,” ungkap Jonny Sihite, selaku Kepala Bidang Tenaga dan Sumber Daya Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Salah satu faktor trafficking adalah masalah perekonomian. Maka solusinya adalah dengan mengembangkan ekonomi kreatif, seperti desain grafis, percetakan, periklanan, dan lain sebagainya. “Berbisnis, selain uang jalan terus, si Pebisnis juga jalan-jalan,” kata Erick Prasatyawan, selaku wirausahawan muda.

Reporter         : Enggar Tyas Untari

Editor             : Maya Riski