Medan, Dinamika Online – Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati pada Selasa, 24 November, Tiara Convention Centre mengadakan kegiatan pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tepatnya di Balai Raya Hotel Tiara. Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari mendaur ulang sampah, hingga pelestarian lingkungan yang baik demi mendukung pembangunan dan lingkungan yang bersih, damai dan asri.

Acara ini semakin semarak dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh para peserta dari tingkat SD dan SMP. Untuk tingkat SD, kegiatan yang diperlombakan meliputi lomba melukis, dan lomba daur ulang untuk tingkat SMP dengan tema ‘Mimpi dan Aksi Bersama Untuk Keberlanjutan Kehidupan Di Bumi’.

Dengan kreativitas yang dimilki, peserta lomba daur ulang sampah plastik menampilkan hasil produk yang dikreasikan menjadi berbagai macam bentuk barang. Diantaranya menjadikan gelas bekas air mineral menjadi keranjang. Lain halnya dengan kreatifitas dari siswa Rantau Parapat yang menyajikan sebuah karya yang diberi nama AC. Net. Dengan bahan kaleng bekas cat 20 kg, kaset DVD, botol plastik, dan berbagai macam barang bekas yang disatukan, sehingga terciptalah AC. Net yang berfungsi meningkatkan signal jaringan internet menjadi lebih kuat dan cepat.

“Seleksi dalam perlombaan daur ulang sampah ada beberapa tahap penilaian. Yaitu manfaat apa yang diperoleh dari produk hasil daur ulang tersebut, dan apa kegunaannya,” ungkap Dr. Indra Utama selaku juri.

Lomba ini diikuti oleh 19 kabupaten, setiap kabupaten mengirim dari 2 orang peserta terbaik mewakili kabupaten masing-masing. Kategori penilaian dilihat dari kreatifitas peserta dalam menciptakan hasil produk yang semenarik mungkin. Untuk kategori pemenang di ambil dari rangking 1 hingga 6 terbaik dan berhak mendapat juara. Sebagai bukti kongkret, hasil daur ulang yang sudah menjadi sumber pendapatan, berasal dari produk daur ulang sampah oleh MAN kisaran yang mampu menerobos industry kreatif dan telah dibiayai oleh Bank Indonesia.

Reporter         : Nursakinah Nasution dan Diana Bhakti

Editor             : Nurtiandriyani Simamora