Berastagi, Dinamika Online — Keindahan pagoda dengan tekstur yang menarik dan warna yang berlapiskan emas mampu menarik wisatawan untuk mengunjunginya. Pagoda ini terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo, SumateraUtara.Tepatnya di objek wisata Taman Alam Lumbini. Pengunjung tidak hanya beragama Buddha saja,tetapi agama Islam dan agama lainnya juga banyak yang tertarik dengan keindahan arsitektur pagoda ini, serta keindahan taman alam yang mengelilinginya di tengah-tengah hawa sejuk Berastagi.

Berkunjung di Pagoda tidak dipungut biaya sepeserpun. Pengunjung hanya dianjurkan untuk menulis di buku tamu, nama , alamat, nomor handphone serta jumlah rombongan. Meski tidak dikenakan biaya sedikitpun, objek wisata ini patut menjadi contoh. Karena segala fasilitas umum yang disediakan sangat terawat dan bersih. Mulai dari toilet, fasilitas pelayanan informasi, taman-taman rekreasi, permainan anak-anak, jembatan gantung sebagai infrastruktur penyeberang di taman, ditata indah dan disesuaikan dengan suasana hutan alam di sekelilingnya. Ini menunjukkan bahwa tempat ini dikelola secara profesional.

Memasuki gerbang utama, setelah mengisi buku tamu, nampak terhampar pelataran yang bersih dan luas tepat di depan pagoda yang berdiri megah berwarna keemasan dengan menara menjulang tinggi ke langit. Pagoda ini memiliki empat pintu besar yang seluruhnya berhiaskan ornament yang indah dan sangat detail. Dinding tembok mengelilingi bangunan utama menjadikan pagoda ini terlihat gagah dan kokoh namun tetap terasa hening dan nyaman. “Dalam pagoda ini tersimpan sebanyak 2.958 rupang Buddha, 30 rupang Arahat dan 108 relik suci serta hampir seluruhnya dibawa langsung dari Myanmar, termasuk puncak pagoda setinggi 46,8 meter di atas stupa,” Ujar salah satu staf taman alam Lumbini.

Ada beberapa peraturan yangperlu diperhatikan jika kita inginmasuk ke bagian dalam pagodaini. Diantaranya, harus melepasalas kaki, tidak boleh membawamakanan dan minuman, saatmemotret tidak boleh menggunakanblitz, dan tentu saja tidak bolehberisik karena akan mengganggumereka yang datang untuksembahyang. Itulah kenapa meski didalam pagoda dipadati pengunjung,tetap terasa suasana yang tenangdan damai.

Pengunjung tidak hanya berkunjung untuk menikmati keindahan panorama alamnya dan tekstur yang menarik dari pagoda melainkan tidak akan melwatkan momenberfotoria dengan latar belakangpagoda ini. “Termasuk saya pribaditidak melewatkan momen indahdan mengemasnya dalam bidikankamera. Rasanya nuansa dankesan seperti di luar negeri sajasaat melihat di layar LCD hasilbidikan kamera. Kesan seperti diluar negeri ini bisa dibilang bukanomong kosong belaka. Ini terbuktisaat saya kembali ke Jakarta danmenunjukkan foto pagoda inikepada teman-teman dan merekatidak menyangka kalau pagoda yangmegah ini ada di Brastagi, SumatraUtara,” Ujar Reny selaku pengunjung.

Reporter : Lilin