Foto: Dok. Dinamika

Medan, Dinamika Online – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut menyosialisasikan hasil Ijtimak Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke-6 yang digelar di Kalimantan Selatan pada 7-10 Mei lalu kepada seluruh ketua MUI kabupaten/kota se-Sumut. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Hotel Garuda Plaza, Medan, Sabtu (12/8).

Hasil ijtimak yang disosialisasikan menyangkut beberapa fatwa masalah-masalah strategis kebangsaan (masail asasiyah wathaniyah), masalah fikih kontemporer (masail fiqhiyyah mu’ashirah), dan masalah peraturan perundang-undangan (masail qanuniyah).

Sosialisasi ditujukan agar seluruh ketua MUI kabupaten/kota dapat menyampaikan beberapa fatwa tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Sejumlah tokoh penting seperti Wakil Gubernur Sumut terpilih Musa Rajekshah, Ketua Komisi Fatwa MUI Sumut, dan Ketua Umum MUI Sumut yang berhadir mengimbau ulama di kabupaten/kota mampu menyampaikan hasil ijtimak ke masyarakat.

Menyangkut hal itu, Musa Rajekshah dalam sambutannya menginginkan ulama di kabupaten/kota mampu mengajarkan hukum kepada masyarakat sekaligus mandiri dalam bekerja. “Kami mau MUI menjadi ulama yang dicintai umat, MUI harus mandiri dalam bekerja di manapun, MUI yang dibentuk itu harus sesuai dengan harapan kita bersama,” sebutnya.

Selain Musa, Ketua Komisi Fatwa MUI Sumut Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid dan Ketua Umum MUI Sumut Prof. Dr. Abdullah Shah, MA juga menginginkan hasil ijtimak benar-benar tersampaikan kepada seluruh umat Muslim melalui semua MUI di berbagai daerah. “Hasil ijtimak ini harus disebarkan ke seluruh masyarakat di provinsi maupun kota,” imbau Ramli.

“Majelis ulama tugasnya adalah mengayomi umat Islam, membimbing umat Islam agar akidahnya terjamin, syariahnya juga terjamin,” ujar Abdullah Shah.

Beberapa fatwa yang dibahas dalam kegiatan itu seperti masalah penggunaan alkohol untuk obat, penggunaan KTP elektronik, RUU Pertembakauan, permintaan atau pemberian imbalan atas proses pencalonan pejabat publik dan fatwa-fatwa lainnya.

Reporter : Muhammad Ibrahim dan Muhammad Ifroh Hasyim

Editor     : Iin Prasetyo

Tingggalkan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.