Foto: M. Hafiz

Medan, Dinamika Online –  Guna mengajak komunitas-komunitas di Kota Medan untuk membahas mengenai kesimpangsiuran media dan informasi di tengah masyarakat, Indonesia Melek Media (IMMEDIA) menggelar Community Gathering Diskusi Publik dengan mengusung tema “Media Milik Siapa?”. Acara berlangsung di Warunk Everyday, Jalan Dr. Mansyur, Sabtu (25/5).

Selaku pemateri, Marina Nasution yang merupakan reporter DAAI TV menyampaikan, media dapat mengatur bagaimana cara kita berpikir seperti televisi yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat. “Kita perlu memiliki pemahaman bahwa media mengatur cara kita berpikir, saya sebagai pekerja media televisi memiliki ketertarikan khusus mengenai televisi sebab, televisi memiliki pengaruh hingga 90% bagi penontonnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Marina menjelaskan bahwa media televisi adalah milik pengusaha tetapi, untuk menyiarkannya televisi meminjam frekuensi milik publik. “Khusus media televisi memiliki spesialisasi tersendiri, karena dalam penyiarannya meminjam frekuensi milik publik yang telah diatur dalam UU No. 32 Tahun 2002 tentang penyiaran dan UUD Pasal 32. Sehingga, media tidak bisa sembarangan menyebarkan informasi,” tambahnya.

Cici Alhamdaina salah satu panitia menyampaikan harapannya untuk komunitas penggerak  kemasyarakatan agar sadar akan literasi media. “IMMEDIA berharap komunitas-komunitas yang pada dasarnya penggerak masyarakat dapat turut sadar mengenai literasi media, mengingat literasi media paling dibutuhkan karena banyaknya masyarakat yang dapat berdampak dalam berita hoaks dan berita yang tidak berimbang,” ungkapnya.

Reporter : Cindy Syahfrina dan Nur Hotma Tambak

Editor     : Shofiatul Husna Lubis