Foto : Dok. Dinamika

Perbaungan, Dinamika Online – Demi menjaga keutuhan jalan yang baru diperbaiki serta  mengurangi tingkat polusi udara yang diakibatkan oleh truk-truk yang melintasi jalan, warga desa Citaman Jernih melakukan aksi unjuk rasa dengan menghentikan kendaraan yang melebihi tonase (kapasitas muatan) dari aturan Dinas Perhubungan, yang berlangsung di desa Citaman Jernih Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Berdagai, Senin (5/2).

Unjuk rasa ini bermula dari keresahan warga yang melihat banyak kendaraan yang melintasi jalan  melebihi tonase, mereka beranggapan bahwa jalan akan menjadi rusak seperti belum adanya perbaikan yang dilakukan. Salah seorang warga merasa khawatir dengan banyaknya kelebihan muatan pada truk-truk di jalanan. “Bahwa aksi ini dilakukan hanya untuk meminta pertanggung jawaban dari mereka, jikalau rusak apakah mereka akan memperbaiki kembali atau tidak?,” ujarnya.

Agar situasi keamanan tetap terjaga, Andi selaku Kepolisian Sektor (Polsek) Perbaungan ikut andil untuk menengahi unjuk rasa dengan mengungkapkan, “Kami hanya menjaga situasi keamanan, mereka juga bekerja dan berusaha. Jadi, jika tuntutan ibu agar mereka tidak melintasi jalan ini kami juga tidak bisa melakukannya. Tetapi, jika perkara muatannya maka kita akan kurangi supaya diturunkan isi muatannya,” serunya.

Selain Polsek Perbaungan, aksi unjuk rasa ini juga berhasil mendatangkan Dinas Perhubungan, Polsek Perbaungan, dan aparat desa. “Sebenarnya mereka boleh melewati jalan, tapi  harus sesuai dengan tonase dari aturan Dinas Perhubungan, dan tonase tidak boleh lebih dari 8 ton sesuai aturan,” ungkap Maslina selaku warga sekitar.

Reporter     : Shofiatul Husna Lubis

Editor          : Putri Syakbania Dalimunthe