Cerpen lebih dari Sekadar Hiburan

0
Foto: Dok. Internet

Judul Buku            : Aku Bisa Nulis Fiksi
Penulis                   : Joni Ariadinata
Penerbit                 : DIVA Press
Cetakan                 : I, Januari 2016
Tebal                      : 456 halaman
ISBN                       : 978-602-391-028-1

Kebanyakan orang menganggap bahwa karya fiksi seperti cerita pendek (cerpen) hanyalah sebuah karangan yang diciptakan dari imajinasi, kemudian dimanfaatkan sebagai alat hiburan sesaat ketika membaca. Padahal lebih dari itu, cerpen adalah karya fiksi yang dapat membangkitkan gairah, mengisi kekosongan batin, bahkan jauh lagi bisa merubah kehidupan masyarakat dan negara.

Ketika membaca buku “Aku Bisa Menulis Fiksi” ini, banyak sekali pemaparan dari si penulis bagaimana cerpen yang ingkat bisa merubah cara pandang sebuah masyarakat. Merubah jalan nasib negara mereka, menjadi lebih baik sesuai dengan imajinasi si penulis cerpen. Hal ini bisa teman-teman baca dalam buku tersebut.

Pertanyaannya adalah mengapa cerpen yang kita tulis belum berdampak sampai sedemikian manfaatnya? Jawabannya saya temukan di dalam buku yang lumayan tebal ini. meskipun tidak pasti setelah membaca buku ini saya berhasil membuat karya yang fenomenal, namun setidaknya wawasan saya seputar cerpen tidak sekerdil sebelumnya.

Buku ini berisi teknik-teknik dalam menulis fiksi, namun lebih fokus kepada pembahasan bagaimana teknik menulis cerpen yang baik dan benar. Dengan mencantumkan beberapa contoh cerpen untuk digali dan ditelaah kelebihan dan kekurangannya satu persatu.

Menulis hanya mengandalkan teknik, akan menghasilkan tulisan tanpa bobot, tanpa isi, meskipun indah dan menghibur. Sedangkan menulis hanya mengandalkan isi dan melupakan teknik, akan melahirkan tulisan yang kering, berat dan menjemukan. Maka menulis fiksi yang bagus mutlak membutuhkan keduanya, dan harus bergandengan secara terus-menerus.” (hlm 422-423)

Melalui buku ini pula kita akan disuguhkan agar mampu menulis cerpen sesuai dengan namanya yakni cerita pendek dan singkat, namun padat karena hanya fokus terhadap satu permasalahan saja, sebagai ciri khas dalam menulis cerpen.

Saya sangat merekomendasi buku ini kepada teman-teman semua, meskipun buku ini telah lama beredar saya yakin masih ada yang belum membacanya hingga saat ini. Dari buku ini kita disadarkan betapa pentingnya berimajinasi itu, lebih jauh lagi bagaimana agar imajinasi kita mampu dipahami orang lain dan merubah cara pandangya sesuai dengan imajinasi kita. Keren bukan?

“Fiksi tidak berangkat dari kekosongan, ia berangkat dari fakta dan data, dari analisis dan dari berbagai macam pergulatan pemikiran, untuk ‘mencari jalan keluar’ dari berbagai macam persoalan: politik, kebudayaan, sosial, agama dan nilai-nilai kemanusiaan secara umum. Se-absurd apapun, se imajinatif apapun karya sastra, posisi pengarangnya pasti memiliki pijakan.” (hlm 153)

Dengan bahasa yang ringan, penulis seolah ingin mengajak pembaca bercakap-cakap secara santai. Buku ini tepat sebagai rujukan bagi siapa saja yang meminati sastra–khususnya bidang kepenulisan karya fiksi. Selamat membaca dari saya, semoga kamu puas!

Peresensi: Kurniawan

Editor: Rindiani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.