Addin 344: Malam Pertama yang Menyeramkan

- Advertisement -

(Ilustrator/Tumburalani)

Penulis: Najmi Wahida

Kebanyakan orang lebih sering membahas malam pertama dengan hati yang gembira, sampai lupa ada malam pertama yang menyeramkan, itulah malam pertama di alam kubur. Siapa yang bisa menggambarkannya? Siapa yang bisa membayangkannya? Siapa yang tidak takut bila memikirkannya? Mulai sakaratul maut sampai masuk ke alam kubur, ada beberapa tahapan sulit yang harus dilalui calon jenazah.

- Advertisement -

Telah diriwayatkan dalam sebuah hadis, manusia yang sedang sakratulmaut akan didatangi oleh iblis dan berkata: “Tinggalkan agama ini (Islam), katakan bahwa Tuhan itu ada dua, sehingga kamu akan selamat dari kepedihan sakratulmaut.” Itulah peristiwa yang sangat menakutkan dan yang menentukan kita mati dalam keadaan iman atau keluar dari Islam.

Dikatakan dalam sebuah riwayat, siksaan yang sangat pedih bagi mayat saat sedang sakratulmaut adalah merasakan dahaga dan terbakarnya hati. Karena, saat itulah iblis mengambil kesempatan untuk menghapus iman pada manusia. Saat itulah iblis akan datang membawa air yang kental, kehadirannya seakan-akan sebagai pahlawan bagi manusia, dia akan menggoyahkan iman manusia yang sakratulmaut, sehingga manusia tersebut akan berkata “berikan aku air!”

Ketahuilah yang dibawa iblis tersebut hanyalah air tipuan untuk mengubah keyakinan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena sebelum memberikan air itu, iblis akan menyuruh kita mengatakan: “Katakanlah bahwa dunia ini tidak ada yang menciptakan, sehingga aku akan memberikan air ini padamu.”

Lalu, siapa yang akan lolos dari jeratan iblis ini saat menghadapi sakratulmaut? Bagi orang-orang mukmin yang sudah mempersiapkan hari kematian semasa hidupnya, maka ia tahu iblis akan datang pada saat sulit itu. Namun, bagi orang yang tidak mempersiapkannya sama sekali, dia akan merasa itu suatu pertolongan untuknya.

Tak cukup sampai di situ, iblis akan datang lagi ke arah kaki manusia dan menawarkan air yang dibawanya sehingga manusia tersebut berkata lagi “berikan aku air”. Lalu iblis berkata: “Katakanlah bahwa Rasulullah bukan utusan Allah Subhanahu wa ta’ala, maka akan kuberikan air ini padamu.” Bagi manusia yang sudah tak sanggup menahan rasa haus yang sangat menyakitkan pasti memilih air tersebut, kemudian akan mati dalam keadaan keluar dari Islam.

Pada suatu ketika, Al-Iman Abu Hanifah pernah ditanya seseorang: “Dosa apa yang dikhawatirkan dapat menghapus iman seseorang pada waktu sakratulmaut?” Beliau menjawab:“ Meninggalkan syukur atas keimanan, meninggalkan rasa takut apabila mati tidak beriman dan menganiaya sesama makhluk.” Maka barang siapa yang dihatinya terdapat 3 hal itu akan keluar dari dunia dalam keadaan keluar dari Islam.

Ada sebuah kisah tentang seseorang yang bernama Abu Zakariah, dia adalah seorang yang zuhud. Ketika mendekati ajalnya, datanglah seorang temannya. Pada waktu itu, Abu Zakariah dalam keadaan sakratulmaut, kemudian temannya mengajarkan kalimat thayyibah “Tiada Tuhan selain Allah Subhanahu wa ta’ala dan Nabi Muhammad adalah Uuusan Allah Subhanahu wa ta’ala”, akan tetapi Abu Zakariah memalingkan wajahnya dari temannya dan temannya mengulangi sampai tiga kali, namun dia menolak untuk mengucapkan kalimat itu.

Akhirnya, Abu Zakariah sempat menceritakan kepada orang disekitarnya, yaitu telah datang kepadanya iblis dengan membawa air yang berdiri di sisi kanannya dan berkata:  “Tidakkah kamu membutuhkan air, maka katakanlah bahwa Isa adalah anak Tuhan”, maka Abu menolaknya. Namun, iblis itu datang lagi di sebelah kanan kakiku dan melakukan hal yang sama sampai ketiga kalinya iblis menyuruhku mengatakan Allah Subhanahu wa ta’ala itu tidak ada, maka aku menjawab, “Aku tidak akan mengucapkannya.” Setelah itu jatuhlah air yang dibawa iblis tersebut, sebenarnya Abu menolak iblis bukan temannya yang berada di sampingnya.

Nah, kita akan masuk pada pembahasan malam pertama, yaitu akan datang pada si mayat dua malaikat, yaitu Munkar dan Nakir akan bertanya tiga pertanyaan:

  1. Man Robbuka?”
  2. Wa ma dinuka?”
  3. Wa ma hadzar rujululladzi bu’itsa fiikum?”

Ketauhilah yang dapat menjawab pertanyaan ini adalah orang yang paham dan yakin dalam berbibadah sampai akhir hayatnya. Berikut adalah beberapa contoh hukuman di alam kubur:

  1. Dipecahkan kepalanya dengan batu, kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala tumbuhkan lagi dan dipecahkan lagi, hingga seterusnya. Ini adalah siksa bagi orang yang mempelajari Al-Qur’an, tetapi tidak mengamalkannya dan bagi orang yang meninggalkan salat wajib;
  2. Dibelah ujung mulut hingga ke belakang kepala, demikian juga hidung dan kedua matanya. Ini adalah siksa bagi orang yang pergi dari rumahnya dari pagi, lalu berdusta dan kedustaannya mencapai ufuk;
  3. Ada kaum lelaki dan perempuan yang telanjang berada dalam bangunan menyerupai tungku. Tiba-tiba datanglah api dari bawah mereka, mereka adalah penzina lelaki dan perempuan;
  4. Dijejali batu, ketika sedang berenang, mandi di sungai. Ini merupakan siksa bagi orang yang memakan riba;
  5. Kaum yang separuh jasadnya bagus dan separuhnya lagi jelek adalah kaum yang mencampurkan antara amal saleh dengan perbuatan jelek, namun Allah Subhanahu wa ta’ala mengampuni perbuatan jelek mereka;
  6. Kaum yang memiliki kuku dari tembaga, yang mereka gunakan untuk mencakari wajah dan dada mereka. Mereka adalah orang-orang yang suka memakan daging orang lain (menggunjing) yakni membicarakan aib mereka.

Sudah terbayangkah oleh kita apa yang akan kita dapatkan nanti di sana dan bagaimana pula dengan sanak saudara kita yang sudah dahulu sampai di sana. Khususnya apabila orang tua kita yang sudah meninggalkan kita, maka hanya doa yang diharapkannya dari anak saleh dan holehah. Meskipun sepele, tapi doa menjadi kado terindah bagi mereka yang sudah tiada di dunia ini.

Terkhusus bagi anak milenial, jangan jadikan asmara sebagai tujuan utama hidup, ingat ada liang lahat yang harus diisi sebagai tempat terakhir, ingat ada perbuatan yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan-Nya,  dan ingatlah hidup di duna ini adalah tipu daya. Siapa yang berhasil menghindarinya akan lulus dan barang siapa yang terjerat, maka akan menyesal selamanya.

BIODATA DIRI

  • NAMA : NAJMI WAHIDA
  • JURUSAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • FAKULTAS : ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
  • SEM : III
  • NO HP : 081993971059
  • MEDSOS : NAJMI_WAHIDA15

Share article

Latest articles