Addin 326: Mencari Rida-Nya dengan Rida Keduanya

(Ilustrator/Putry Ayu Dahniar)

Penulis : Yuni Yanti

Orang tua adalah yang terpenting bagi seorang anak. Kehidupan yang dijalani ini adalah salah satu bentuk kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Islam telah meletakkan kedudukan yang paling tinggi dan mulia kepada orang tua. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Keridaan Allah itu di dalam keridaan orang tua dan kemarahan Allah itu di dalam kemarahan kedua orang tua”. (HR. At-Tirmidzi). Hadis di atas menjelaskan bahwa sangat mulia dan berharganya kedua orang tersebut. Allah tidak rida kepada kita, kecuali setelah orang tua memberikan ridanya kepada kita.

Tugas kita seorang anak yaitu mencintai dan membahagiakan orangtua. Allah Subhabahu wa ta’ala berfirman dalam surah Al-Luqman ayat 14: Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Seorang anak yang telah tumbuh dewasa dan tidak bergantung kepada orang tuanya akan tetap menjadi anak yang dilindungi orang tua. Betapa besarnya kasih sayang orangtua terhadap anaknya. Di dalam kitab Al Fiqh Al Manhaji Ala Madzhab Al Imam Al Syafii karya Mustafa al-Khan, Mustafa al-Bagha dan Ali al-Syarbiji diterangkan bahwa ada dua kewajiban anak terhadap orang tua:

Pertama, taat dan berbuat baik kepada orang tua dalam hal apa saja kecuali kemaksiatan. Hal ini berdasarkan firman-Nya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (QS. Al-Isra: 23)

Kedua, memberikan nafkah kepada orang tua, jika mereka dalam keadaan fakir atau miskin, sedangkan anak dalam keadaan mampu. Hal ini berdasarkan Hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai berikut: Dari Umarah bin Umair dari bibiknya bahwasannya ia (bibiknya) bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anhu, “Anak asuhku adalah yatim, apakah aku boleh makan dari hartanya?” Aisyah menjawab: “Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sungguh di antara harta yang paling baik dimakan oleh seseorang adalah dari hasil kerjanya dan hasil kerja anaknya”. (HR. Abu Daud)

Perintah berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib atas seorang anak dan salah satu bentuk ketaatan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Berbakti kepada orang tua akan mendatangkan manfaat yang sangat luar biasa. Manfaat tersebut yaitu:

  1. Jalan menuju surga

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya. Orangtua adalah salah satu jalan yang akan menuntun kita ke dalam surga Allah. Berbuat baiklah kepada orangtua, maka pintu surga akan terbuka untukmu.

  1. Memperoleh banyak rezeki dan panjang umur

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda: Siapa yang suka untuk dipanjangkan umur dan ditambahkan rezeki, maka berbaktilah pada orang tua dan sambunglah tali silaturahmi (dengan kerabat). (HR. Ahmad. Syaikh Al Albani)

  1. Doa yang Mustajab

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullah shallallahu Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga doa yang mustajab, tidak ada keraguan akan hal itu; doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk (kebaikan) anaknya”. (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Syekh Al-Arnauth)

Banyak sekali karunia dan kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada kita. Kenikmatan yang diberikan Allah dalam kehidupan kita salah satunya kedua orang tua. Orang tua yang selalu di samping kita, membimbing dan mencintai kita. Bersyukurlah kepada Allah telah mengizinkan kita untuk selalu dekat dengan kedua orang tua. Bagi kedua orang tua yang telah wafat, kita bisa berbakti kepada beliau, yaitu dengan:

  1. Mendoakan keduanya

Abu Usaid Malik bin Rabi’ah as-Saidi radhiyallahu ‘anhu pernah berkisah, “Suatu hari kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Ketika itu datang seorang lelaki dari Bani Salimah. Dia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk kebaktian kepada kedua orang tua yang telah meninggal?’ Nabi menjawab, Benar, masih ada, yaitu: (1) Menyalatkan keduanya (menyalatkan jenazahnya atau mendoakannya), (2) Memohon ampunan/istigfar untuk keduanya, (3) Memenuhi janji keduanya, (4) Menyambung silaturahmi yang terjalin karena sebab keberadaan keduanya, dan (5) Memuliakan teman dekat keduanya”. (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Abu Dawud)

Rasulullah  Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak salih yang mendoakannya”. (HR. Muslim, Nasai dan yang lainnya)

  1. Memenuhi Janjinya

Jika semasa hidup, orang tua kita masih ada janji yang belum terpenuhi maka tunaikanlah janji tersebut.

  1. Bersedakah

Alangkah baiknya, jika kita bersedekah dengan mengatasnamakan kedua orang tua kita. Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anhu berkisah bahwa ada seorang lelaki mendatangi Nabi dan berkata, Ibuku meninggal mendadak, sementara beliau belum sempat berwasiat. Saya yakin, jika beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapatkan pahala jika saya bersedekah atas nama beliau? Nabi pun menjawab, “Iya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Menyambung tali silaturahmi yang terjalin oleh kedua orang tua

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, “Di antara berbakti kepada kedua orang tua yang paling mulia adalah menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya”.  (HR. Muslim)

Biodata Diri:

  • Nama : Yuni Yanti
  • Fak/Jurusan/Sem : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK/ Pendidikan Bahasa Ingris/VII
  • No. Hp : 0822-7792-1006
  • Instagram : @yuniyantiiiii

Latest articles

Pemilihan Pengurus Baru, PEMAPASID Adakan Musyawarah Besar

Medan, Dinamika Online – PEMAPASID (Persatuan Mahasiswa Kota Padang Sidempuan) telah mengadakan musyawarah besar dengan tema "Menciptakan Generasi Kader Pemapasid yang Memiliki Nilai Ukhuwah...

Cara Jitu Bangun Pagi

Penulis : Nurur Ramadhan Nasution Mayoritas orang memiliki harapan untuk bangun pada pagi hari, mulai dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mahasiswa,...

Bangun Potensi Buat Berita, Jurnalistik Syams Gelar Pelatihan

Medan, Dinamika Online – Guna membangun potensi dalam pembuatan berita, i Jurnalistik Syams MAN 1 Medan menggelar pelatihan dengan pembahasan “Membuat Berita”. Pelatihan ini...

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Dema FIS Langsungkan Kegiatan Berbagi

Medan, Dinamika Online - Untuk menghindari penyebaran Covid-19, Dema Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengadakan kegiatan berbagi dengan tema "Katakan Tidak pada Corona". Kegiatan ini...

Langgar Prokes, Pemko Medan Tutup Sementara Tempat Usaha

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari laman resmi Humas Pemko Medan, Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mengumumkan bahwa...