Addin 325: Hikmah dari Kisah Nabi Zakaria

(Ilustrator/Lelya Hilda Amira Ritonga)

Penulis: Miftha Huljannah

Bagi teman-teman sekalian pastinya sudah kenal dengan Nabi Zakaria dan sudah mengetahui bagaimana cobaan yang diberikan Allah kepadanya. Tetapi, kita semua juga mengetahui bahwa Nabi Zakaria memiliki ketabahan dan kesabaran yang tiada tara sehingga ia mampu melalui ujian tersebut dengan ikhlas tanpa berprasangka buruk sedikit pun terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala.

Nabi Zakaria mengalami cobaan yang sangat panjang di perjalanan hidupnya. dari masih muda, menikah, hingga sudah tua ujian tetap menimpa dirinya. Mungkin di kehidupan saat ini pun ada pula manusia yang diberikan Allah ujian yang sama dengan Nabi Zakaria; sulit memiliki keturunan. banyak orang-orang mengatakan bahwa Nabi Zakaria dan istrinya di vonis mandul dan juga banyak orang-orang yang menyangsikan mereka akan bisa memiliki keturunan. Tetapi, Nabi Zakaria bukanlah seseorang yang dapat percaya begitu saja kepada manusia, ia memiliki rasa kepercayaan yang tinggi terhadap Allah dan sama sekali tidak pernah meragukan rahmat Allah kepadanya.

Hingga pada suatu saat, ketika keadaannya sudah sangat renta, rambut pun sudah memutih, istrinya juga demikian, ia memohon kepada Allah untuk diberikan keturunan yang akan meneruskan amalan-amalannya dan yang akan mendoakannya ketika ia sudah tiada nanti. Nabi Zakaria pun memohon dengan bahasa dan doa yang sangat indah, halus, dan penuh harap kepada Allah. Hingga ketika ia belum menyelesaikan salatnya, turunlah Malaikat Jilbril yang memberikan berita langsung kepadanya; istrinya akan mengandung seorang bayi laki-laki yang diberikan namanya langsung oleh Allah dengan nama Yahya yang berarti hidup.

Hal ini termaktub dalam firman Allah Surah Al-Anbiya ayat 90 yang artinya: “Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami”.

Dari kisah Nabi Zakaria ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dan dapat kita jadikan acuan dalam menjalani ujian yang diberikan oleh Allah, yaitu:

  1. Jangan pernah putus asa dengan rahmat-Nya

Dalam kisah tersebut jelas tersirat makna; Nabi Zakaria tidak pernah berputus dari harapnya terhadap rahmat Allah sehingga ia selalu berdoa, selalu meminta kepada Allah, dan percaya kepada Allah tanpa berprasangka buruk sedikit pun terhadap ujian yang diberikan Allah kepadanya. Pelajaran ini berlaku untuk semua ujian dan masalah hidup yang diberikan Allah kepada kita, bukan hanya berlaku kepada persoalan ujian hidup Nabi Zakaria saja. Maka, janganlah pernah kita berprasangka buruk terhadap Allah karena, sesungguhnya di balik ujian akan ada hikmah dan nikmat yang sangat besar yang akan didatangkan Allah kepada kita.

Hal ini termaktub dalam firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 216 yang artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

  1. Tingkatkan ibadah

Pelajaran kedua yang dapat diambil ialah meningkatkan ibadah kepada Allah ketika ditimpa suatu masalah atau pun diberikan ujian oleh Allah. Jadi, walaupun Nabi Zakaria diberikan ujian yang sangat lama jangka waktunya oleh Allah ia tak pernah sekalipun berputus asa untuk berdoa dan beribadah kepada Allah dengan khusyuk dan ikhlas karena sesungguhnya ia mengetahui bahwa Allah akan mendengar doa-doanya dan akan memberikan rahmat yang tiada tara dalam kehidupannya. Maka, hendaklah kita mencontoh Nabi Zakaria jika kita diberikan suatu ujian dalam bentuk apa pun oleh Allah dengan meningkatkan ibadah kepada-Nya, bukan dengan mengeluh dan menyesali masalah atau ujian yang sedang menimpa kita.

  1. Berdoa dengan sungguh-sungguh

Selama ini kita memang sering berdoa kepada Allah, tetapi apakah doa kita tersebut sudah benar dan sudah sesuai dengan apa yang kita butuhkan? Allah mengetahui apa pun kebutuhan dan keinginan hambanya, tetapi pada dasarnya Allah akan mengabulkan setiap doa yang bersangkutan dengan kebutuhan kita, tidak hanya keinginan. Oleh sebab itu, jika kita sangat membutuhkan sesuatu dalam kehidupan dan sulit untuk mendapatkannya, maka bermohonlah dengan bahasa yang halus, lembut, dan bermakna kepada Allah. Hal ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Nabi Zakaria; meminta sesuatu dengan sungguh sungguh kepada Allah yang menyangkut kebutuhannya dan berdoa pula dengan bahasa yang indah, lembut, dan halus, serta yakin akan Allah. Sehingga, saat itu juga Allah langsung mengabulkan doa Nabi Zakaria tanpa harus menunggu lama. Karena, pada dasarnya ketika Allah sudah berkehendak, maka tak ada yang mustahil bagi-Nya dan tak ada pula hal yang sulit untuk dilakukan-Nya. Karena, Allah memiliki kemampuan tanpa batas dalam hal apapun.

Hal ini termaktub dalam firman Allah Surah Az-Zumar ayat 38-39 yang artinya : “Dan sungguh, jika engkau tanyakan kepada mereka, Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab, Allah. Katakanlah, Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya? Katakanlah, Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakal berserah diri”.

Pada kisah Nabi Zakaria dapat kita ambil makna dan pelajaran bahwa pada setiap masalah dan ujian yang diberikan oleh Allah kepada kita adalah sebuah tanda, Allah pun ingin kita bermohon kepada-Nya dan tidak berputus asa terhadap rahmat-Nya. Selain itu, kisah Nabi Zakaria dan rahmat yang diturunkan Allah kepadanya berlaku untuk setiap ujian dan masalah baik dalam pekerjaan, sekolah, rumah tangga, rezeki dan sebagainya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mendapat rahmat Allah, amin.

Biodata Penulis

  • Nama : Miftha Huljannah
  • Jurusan/ semester : Ilmu komunikasi, semester 6
  • Fakultas : Ilmu sosial
  • Kontak : 082299364108
  • Sosmed : -instagram : (@mifthz) Miftha Huljannah

Latest articles

Pemilihan Pengurus Baru, PEMAPASID Adakan Musyawarah Besar

Medan, Dinamika Online – PEMAPASID (Persatuan Mahasiswa Kota Padang Sidempuan) telah mengadakan musyawarah besar dengan tema "Menciptakan Generasi Kader Pemapasid yang Memiliki Nilai Ukhuwah...

Cara Jitu Bangun Pagi

Penulis : Nurur Ramadhan Nasution Mayoritas orang memiliki harapan untuk bangun pada pagi hari, mulai dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mahasiswa,...

Bangun Potensi Buat Berita, Jurnalistik Syams Gelar Pelatihan

Medan, Dinamika Online – Guna membangun potensi dalam pembuatan berita, i Jurnalistik Syams MAN 1 Medan menggelar pelatihan dengan pembahasan “Membuat Berita”. Pelatihan ini...

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Dema FIS Langsungkan Kegiatan Berbagi

Medan, Dinamika Online - Untuk menghindari penyebaran Covid-19, Dema Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengadakan kegiatan berbagi dengan tema "Katakan Tidak pada Corona". Kegiatan ini...

Langgar Prokes, Pemko Medan Tutup Sementara Tempat Usaha

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari laman resmi Humas Pemko Medan, Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mengumumkan bahwa...