Addin 324: Ya Rabb, Aku Kembali pada-Mu

(Ilustrator/Ditanty Chicha Novri)

Penulis : Siti Wahyuni Panjaitan

Saat kita telah terjebak oleh nafsunya dunia. Pada megahnya perhiasan yang menyilaukan mata, mengandung banyak fatamorgana yang membuat kita jauh dari sang pencipta. Dosa tertabung, tapi hati enggan kembali bermunajat memohon ampunan. Pernahkah kita sadar, dengan dunia yang hanya sebentar? Saat ini, mungkin kita sedang berada pada kesombongan, pada kehinaan, tetapi Allah masih berikan kita nikmat yang begitu banyak, bahkan kalau kita melihat, kita sangat beruntung dibandingkan mereka yang banyak kekurangan. Iman memang naik dan turun, tetapi jangan sampai masuk ke lubang yang terdalam oleh bisikan setan. Apa pun yang sedang melanda kita, segala hal baik dan kewajiban kepada Allah harus dipaksakan.

Pandemi yang belum menemui titik akhirnya, membuat banyak manusia menggerutu dalam jiwanya, karena dihampiri oleh raa jenuh. Jika kita tidak produktif dalam menghadapinya, rasa jenuh akan membuat kita melakukan dosa di setiap harinya. Banyak insan yang tak bertuhan dalam menyikapi persoalan. Tak heran, jika pandemi sekarang banyak yang tidak mengisi waktu dengan kebermanfaatan. Puncak jenuhnya dihabiskan dengan kesia-siaan.

Bermain gim sampai larut malam, saat paginya tidur berjam-jam, padahal 24 jam adalah hal yang harus diefektifkan. Apa kabar kewajiban lima waktunya, hafalan Al-Qur’annya, dan apa kabar duhai hati yang sedang tak merasakan kehadiran penciptanya? Sepi tak bertepi, hampa menyakiti, waktu akan pergi tanpa ada permisi.

Engkau yang sedang membaca tulisan ini, ayo bangun!. Bangkit dari keterpurukan yang sedang kau hadapi. Buat target menakjubkan dari potensi yang kamu miliki. Sudah waktunya kau bangun, pejuang tak akan pernah kalah oleh persoalan, tak kan pernah kalah oleh keadaan, pejuang harus bertuhan, dan aku yakin kau akan jadi pemenang.

Jangan lagi jenuhmu pada keadaan kau isi dengan pacaran, obat terlarang, bermain gawai seharian melihat berbagai macam postingan yang tak berdampak pada dirimu. Sudahilah sebelum kematian merenggutmu secepat yang tak pernah kau bayangkan!

Produktiflah duhai teman, kamu punya Allah yang punya solusi tentang apa yang kau alami. Jika pandemi membuatmu merasa sepi jauh dari interaksi yang biasanya kau lakoni, dengar ini, “Belum dikatakan beriman seorang hamba kalau masih merasa kesepian di hatinya, sedang Allah selalu bersamanya”. Kembalilah pada jalan Allah, kau tak kan tersesat apalagi bertambah sengsara.

Kembalilah paksakan salat lima waktu yang harus kau tepati, itu kewajibanmu. Manfaatkan apa pun yang bisa kau dapat, berbagi semangat di media sosial yang kamu miliki, bersilaturahmi dengan sahabat yang selalu mengingatkanmu pada kebaikan, mungkin akan cukup menenangkan hati.

Mencoba resep makanan yang kau gemari, membantu pekerjaan ibu, bercengkrama dengan anggota keluarga yang sempat jauh karena jarak yang sedang menghalangi. Semua hanya perihal ikhlas yang harus kau tuntaskan dalam hati. Kau melakoni tindakan dosa mungkin karena hatimu yang pernah terluka atau tak sesuai dengan kenyataan yang didapat, apa pun yang sedang menjangkitimu, melakukan tindakan dosa bukan alasan yang benar.

Jatuhkan harapan hanya pada-Nya. Hidup punya dinamika yang akan silih berganti. Jangan pernah terseleksi dengan kebaikan yang harus selalu kau tebar pada penduduk bumi. Ikhlas menjalani hidup harus kau tuntaskan semata-mata mencari rida ilahi. Agar berkah selalu menyelimuti hatimu yang mulai jenuh di sudut nestapa ini. Jika sudah berkah jalanmu, akan mudah hatimu dan seluruh bagian tubuhmu mengerjakan hal apapun yang sedang kau harus selesaikan.

Menyerah pada keadaan bukan pilihan, pilihannya hanya beristirahat jika kamu lelah dan langkahkan kakimu ke depan untuk memperjuangkan masa depan bersama doa pada-Nya yang menjadi senjata akhir sebuah usaha. Sekelam apa pun dosa yang sudah kau perbuat kemarin atau bahkan sampai detik ini, ampunan Allah sangat dekat pada hamba-Nya yang mau bertaubat. Masa depan kita masih bersih dan layak untuk kita isi dengan kegiatan positif dan prestasi hebat.

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.” Kalam ilahi QS. Ad-Duha ayat 3 ini menjelaskan pada kita bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita, selalu bersama kita, dan tidak membenci kita. Sekali lagi, kembali dalam dekapan ilahi rabbi. Saat kau benar mencintai Allah, kau yang biasanya bermalas-malasan di ranjang kamarmu akan sigap mengerjakan hal berguna dengan cara Allah memberi petunjuk pada akal dan hatimu.

Ada dua solusi, syukur dan ikhlas. Dua bagian kata ini semoga bisa membuat hatimu menjalani hari dengan penuh kebermanfaatan. Lega rasanya jika satu harian penuh dikerjakan dengan produktif, serasa senang di hati daripada yang biasanya waktu pergi begitu saja, jika tidak percaya coba saja. Ingat salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup ini adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah (Buya Hamka).

Mari menapaki jejak berarti di muka bumi. Jangan malas lagi meski pandemi. Cintai Allah yakin pasti tidak akan rugi. Ikuti aturan-Nya kamu tidak akan tersesat apalagi terhempas ke jurang kehampaan. Senja dengan keindahannya pasti kembali, tapi dosa kemarin dan hari ini jangan terulang lagi. Nestapa punya banyak cerita, lukislah laskar pelangimu lagi di angkasa. Kamu pasti bisa jika kamu sudah bersama dan merasakan adanya sang pencipta dalam relung jiwa. Ya Allah, dekap aku dalam peluk-Mu. Mencintai Allah bukan hanya sekedar rasa mencintai, melainkan cinta dibuktikan dengan tindakan yang menaati perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Dalam kondisi apa pun, berjanjilah tak akan pernah pergi dari-Nya.

Meski iman sedang lagi turun, meski kamu banyak dipatahkan oleh manusia, dengan berbagai hinaan yang berbisa dari mulut mereka. Hidup tidak selalu diisi dengan hal bahagia menurut kita, tapi meski keadaan kadang menyedihkan, itulah pelengkap bumbu yang akan memantapkan bagaimana dan jadi apa kamu ke depan. Intinya, libatkan Allah dengan segala urusan yang sedang kau lakukan.

Awali semua hal dengan asma-Nya, “Bismillah,” semua akan jadi ibadah. Tidak berujung di dunia akan berujung di akhirat. Dengan balasan surga firdaus yang tidak ada bandingan dengan dunia. Dapatkan rida Allah, surga-Nya akan kau tempati. Tapi sebelumnya, bersabarlah meniti jalan-Nya, belajarlah dan ambil hikmah yang terselip di alam semesta, dan berlombalah dalam menabung amal kebaikan, ikhlas karena-Nya.

BIODATA DIRI

  • NAMA : SITI WAHYUNI PANJAITAN
  • F/J/S : FDK/MANAJEMEN DAKWAH-D/V
  • AKUN IG : sitiwahyunipanjaitan
  • Nomor HP & WA : 082274527325

Latest articles

Pemilihan Pengurus Baru, PEMAPASID Adakan Musyawarah Besar

Medan, Dinamika Online – PEMAPASID (Persatuan Mahasiswa Kota Padang Sidempuan) telah mengadakan musyawarah besar dengan tema "Menciptakan Generasi Kader Pemapasid yang Memiliki Nilai Ukhuwah...

Cara Jitu Bangun Pagi

Penulis : Nurur Ramadhan Nasution Mayoritas orang memiliki harapan untuk bangun pada pagi hari, mulai dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mahasiswa,...

Bangun Potensi Buat Berita, Jurnalistik Syams Gelar Pelatihan

Medan, Dinamika Online – Guna membangun potensi dalam pembuatan berita, i Jurnalistik Syams MAN 1 Medan menggelar pelatihan dengan pembahasan “Membuat Berita”. Pelatihan ini...

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Dema FIS Langsungkan Kegiatan Berbagi

Medan, Dinamika Online - Untuk menghindari penyebaran Covid-19, Dema Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengadakan kegiatan berbagi dengan tema "Katakan Tidak pada Corona". Kegiatan ini...

Langgar Prokes, Pemko Medan Tutup Sementara Tempat Usaha

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari laman resmi Humas Pemko Medan, Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mengumumkan bahwa...