Addin 322: Bersahabat dengan Al-Qur’an

(Ilustrator/Tiara Wulandari)

Penulis: Rafika Hayati Dalimunthe

Al-Qur’an adalah kitab mulia yang diturunkan Allah subḥānahu wa ta’āla kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan menjadi tuntunan serta pedoman bagi umat Islam. Al-Qur’an merupakan kalam Allah untuk hamba-Nya sebagai peringatan serta petunjuk ke jalan yang benar. Al-Qur’an juga menjadi solusi dari berbagai masalah, karena di dalam Al-Qur’an semua sudah dibahas secara detail. Baik itu tentang sifat-sifat Allah, kisah para nabi, tentang ibadah, hukum-hukum Allah, keadaan akhirat, dan lain-lain.

Al-Qur’an itu surat cinta dari Allah, jadi kita sebagai hamba-Nya harus lah antusias serta merasa bahagia dan bangga. Sama halnya seperti menerima surat cinta dari pasangan. Sebagai hamba yang taat, hendaklah kita menjadikan Al-Qur’an itu sebagai sahabat sejati kita. Mengapa demikian? Karena yang kita tahu, jika kita punya sahabat pasti kita akan selalu dekat dan akrab dengannya, begitu juga dengan Al-Qur’an, kita harus bisa selalu dekat dengannya dalam situasi apa pun, baik dikala senang ataupun sedih.

Al- Qur’an juga akan menolong kita di alam kubur dan di akhirat kelak. Ketika di alam kubur terasa gelap dan tidak ada satu pun penerang, maka cahaya Al-Qur’an akan datang untuk menerangi kubur kita dan Al-Qur’an selalu mendampingi di alam kubur sampai masuk ke dalam surga. Seperti sabda Rasullah yang artinya:

“(Iluda penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan Nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).

Selain itu, jika kita selalu membersamai dan dekat dengan Al-Qur’an, maka kelak ia akan memberikan syafaat kepada kita. Sebagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafaat bagi orang-orang yang bersahabat dengannya.” (HR. Muslim).

Untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat, hendaklah kita melakukan hal- hal berikut:

  1. Rutin membaca Al-Qur’an. Ini menjadi hal yang utama untuk kita belajar dekat dengan Al-Qur’ Membaca Al-Qur’an tanpa tahu artinya itu sama seperti orang yang membawa air di dalam keranjang yang kotor. Memang air itu pasti akan habis, tapi jika membawa air terus-menerus hasil yang didapat ialah keranjang pasti lama-kelamaan akan menjadi bersih. Sama halnya seperti kita membaca Al-Qur’an, tidak ada ruginya dan tidak sia-sia. Hati kita pasti akan merasa tenang dan kita akan mendapatkan pahala dari apa yang dibaca. Membaca Al-Qur’an bukanlah di waktu luang, melainkan luangkanlah waktu untuk membaca Al-Qur’an.
  2. Menghafalkan Al-Qur’an. Ini adalah salah satu cara untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat kita. Menghafalkan Al-Qur’an itu merupakan sebuah kemuliaan. Pelan-pelan kita coba untuk mulai menghafalkannya, tak apa hanya satu atau dua ayat yang terpenting kita istikamah. Al-Qur’an itu semuanya penuh dengan kebaikan. Apabila kita menghafalkannya tapi tak hafal-hafal, berarti Allah mau kita berlama-lama dalam kebaikan. Orang yang menghafal Al-Qur’an pasti otaknya lebih cerdas dan lebih tajam dari orang yang tidak menghafal Al-Quran, karena setiap menghafal pasti semakin mengasah ketajaman otak. Dengan menghafal Al-Qur’an, Allah juga akan memberikan mahkota cahaya kepada kedua orang tua kita kelak di akhirat. Dari Buraidah radhiallahu anhu, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Siapa yang menghafal Al-Qur’an, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian, kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan Al-Qur’an.” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani).

  1. Menadaburi Al-Qur’an. Untuk dekat dengan Al-Qur’an, kita juga harus menadaburi dan memaknai setiap ayatnya. Bukan sekadar membaca tafsiran ayatnya, tapi juga mempelajari asbabunnuzulnya, mengembangkan, serta mengimplementasikan ke kehidupan sehari hari, agar kita bisa mengambil pelajaran dari Al-Qur’an. Sebagaimana tertera didalam QS. Sad ayat 29: “Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.”
  2. Mengamalkan Al-Qur’an. Ini adalah hal yang paling terakhir ketika kita ingin dekat dengan Al-Qur’an. Setelah menadaburi Al-Qur’an hendaklah kita membawanya ke kehidupan sehari-hari serta mengamalkan setiap ayatnya. Apa yang diperintahkan Allah melalui Al-Qur’an kita kerjakan dan apa yang dilarangnya kita jauhi. Semua pedoman hidup kita harus berpegang pada Al-Qur’an. Agar kita menjadi hamba yang dekat dengan-Nya dan juga menjadi sahabat Al-Qur’an.

Empat poin di atas adalah hal-hal yang harus kita lakukan agar bisa dekat dengan Al-Qur’an, menjadikan ia sahabat sejati kita. Sampai kita merasakan manisnya bersahabat dengan Al-Qur’an, tak mau jauh- jauh darinya dan selalu betah ketika membaca, menghafal, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an. Seperti Rasulullah yang diibaratkan akhlaknya seperti Al-Qur’an berjalan di muka bumi, karena akhlaknya yang sangat mulia dan dalam diri beliau tercermin isi kitabullah (Al-Qur’an).

Selain itu, dalam membaca Al-Qur’an kita haruslah menjalankan adab yang baik, seperti berwudu, menutup aurat, serta menghadap kiblat, dan sebaiknya di tempat yang suci. Agar kita bisa lebih khusyuk ketika membaca dan menadaburi Al-Qur’an.

Mari sama-sama kita jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sejati, bukan sekadar bacaan tetapi juga harus mengambil pelajaran. Menjadi generasi yang cinta Al-Qur’an agar kita termasuk ke dalam hamba yang taat dan dirindukan surga. Serta Allah muliakan kita dan selalu diberkahi hidup kita di dunia sampai akhirat.

 

Biodata Penulis

  • Nama : Rafika Hayati Dalimunthe
  • Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam
  • Jurusan : Perbankan Syariah
  • Semester : IV
  • Nomor ponsel : 081260342506
  • Media sosial (ig) : rafikadmt_

Latest articles

JUMANTARA 2020 UKPM Teknokra Resmi Dibuka

Medan, Dinamika online – UKPM Teknokra kembali merealisasikan JUMANTARA  (Jurnalis Mahasiswa Nusantara) 2020. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari kedepan dan resmi dibuka oleh...

UKMI Al-Falak Helat Keputrian Akbar Kesetaraan dan Keadilan Muslimah

Medan, Dinamika Online – Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Al-falak Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) adakan keputrian akbar daring...

Pandemi dan Kesehatan Mental

Penulis: Khairatun Hisan Tidak terasa, sudah 7 bulan Covid-19 singgah ke negara kita, dan membuat seluruh peserta didik bahkan para pekerja harus melakukan kewajibannya dari...

Pemilihan Pengurus Baru, PEMAPASID Adakan Musyawarah Besar

Medan, Dinamika Online – PEMAPASID (Persatuan Mahasiswa Kota Padang Sidempuan) telah mengadakan musyawarah besar dengan tema "Menciptakan Generasi Kader Pemapasid yang Memiliki Nilai Ukhuwah...

Cara Jitu Bangun Pagi

Penulis : Nurur Ramadhan Nasution Mayoritas orang memiliki harapan untuk bangun pada pagi hari, mulai dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mahasiswa,...