Addin 319: Potret Pemuda Islam Milenial

(ilustrator/Mustika Khairunissa)

Penulis: Lathifah Hanum

Agama Islam sangat memberikan perhatian besar kepada para pemuda, karena generasi muda hari ini adalah para pemeran utama di masa mendatang, dan mereka adalah pondasi yang menopang masa depan umat. Oleh karena itulah, banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW yang mengajak kita untuk membina dan mengarahkan para pemuda kepada kebaikan. Karena jika mereka baik maka umat ini akan memiliki masa depan yang cerah.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, “Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya, yaitu : ……seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah, pemuda yang hatinya tertaut pada masjid, dan pemuda yang sanggup menahan gejolak nafsunya manakala berhadapan dengan godaan syahwat perzinaan”.

Hadis yang agung ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi seorang pemuda muslim sekaligus menjelaskan keutamaan besar bagi seorang pemuda yang memiliki sifat yang disebutkan dalam hadis ini.

Syaikh Salim al-Hilali berkata: “(Hadits ini menunjukkan) keutamaan pemuda yang tumbuh dalam dalam ketaatan kepada Allah, sehingga dia selalu menjauhi perbuatan maksiat dan keburukan”.

Imam Abul ‘Ula al-Mubarakfuri berkata: “(Dalam hadits ini) Rasulullah SAW mengkhususkan (penyebutan) “seorang pemuda” karena (usia) muda adalah (masa yang) berpotensi besar untuk didominasi oleh nafsu syahwat, disebabkan kuatnya pendorong untuk mengikuti hawa nafsu pada diri seorang pemuda, maka dalam kondisi seperti ini untuk berkomitmen dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah (tentu) lebih sulit dan ini menunjukkan kuatnya (nilai) ketakwaan (dalam diri orang tersebut)”.

Bila kita melihat sejarah abad lalu, dimana generasi muda Islam yang ada pada saat itu sangat luar biasa. Catatan-catatan sejarah, dimana Islam selalu mampu menghasilkan generasi-generasi yang lebih baik dambaan umat, yang walau di usia belia telah mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah, mengharumkan nama Islam, dan membuat Islam memenangkan peradaban.

Merekalah yang berkemenangan dengan remaja lainnya memperjuangkan dan mendakwahkan Islam dengan dorongan iman, menghabiskan waktu siang dan malam untuk kebutuhan Islam, hingga sekarang kita dapat mereguk manisnya iman dan damainya Islam saat ini. Kisah ini akan menjadi teladan terbaik untuk semua umat Islam khususnya para pemuda dan remaja.

Ada banyak kisah pemuda Islam yang dapat dijadikan contoh oleh para pemuda Islam masa kini, di antaranya kisah Usamah bin Zaid yang diangkat oleh Rasulullah menjadi komandan pasukan muslimin di penaklukan Syam padahal baru berusia 18 tahun. Atau kisah Imam Syafi’i yang memiliki hafalan Al-Qur’an di usia 9 tahun, dan Ibnu Sina yang memiliki hafal Alquran di usia 5 tahun, yang kemudian mampu menjadi bapak kedokteran dunia.

Juga tak lupa Muhammad Al Fatih, seorang pemuda Islam yang lihai merancang strategi peperangan hingga konstatinopel atas izin Allah takluk ditangannya. Sa’ad Bin Abi Waqash yang cerdas lagi cerdik sehingga mampu menundukkan Persia pada masanya. Mush’ab bin Umair, seorang pemuda yang menjadi duta pertama Islam di Madinah. Beliau berhasil membangun masyarakat Islam di sana. Beliau juga menjadi seorang guru pertama di Madinah dan semua peran itu dilakukan saat ia di usia muda.

Meski kita tidak bisa menjadi pemuda seperti kisah-kisah tersebut, akan tetapi kita bisa menciptakan panggung kebaikan sesuai versi zaman kekinian. Memanfaatkan waktu muda dengan segudang pengalaman berharga. Mengisi masa-masa muda dengan menoreh prestasi atas segala potensi yang kita miliki.

Dan menjadikan waktu muda sebagai kesempatan mendedikasikan diri untuk berbagi dan mengabdi di sepanjang nafas yang dianugerahi Sang Kuasa. Karena sejatinya menjadi seorang pemuda adalah sebuah kesempatan yang tak ternilai harganya, sebab kita diberi keistimewaan oleh Allah sebagai seorang insan yang dapat menginvestasikan pahala dengan berbagai peran yang diemban.

Mengingat betapa besar sumber daya potensi sekaligus emosi yang dimiliki pemuda, maka sepantasnyalah segenap masyarakat membimbing mereka agar menjadi pemuda idaman yang mulia menurut pandangan Allah Swt. Caranya, antara lain dengan melibatkan pemuda ke dalam berbagai aktivitas yang positif dan konstruktif, membina jiwa mereka secara rutin dengan siraman rohani, membentengi mereka dengan tausiah agar tidak terjebak ke dalam perbuatan nista, zina, dan kejahatan, serta mengajari mereka dengan teladan kebaikan orang tua.

Maka sebagai seorang pemuda Islam yang tumbuh di era milenial, inilah karakter yang harus dimiliki :

1. Pemuda ahli ibadah

Perkembangan zaman yang semakin merajalela, dimana potensi budaya-budaya asing dengan mudahnya masuk di negara ini. Menjadikan kita sebagai pemuda muslim harus mampu membentengi diri dengan selalu beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya, agar tak mudah tergerus buruknya zaman.

2. Pemuda yang produktif

Banyak sekali hal yang bisa menjadikan kita sebagai pemuda yang produktif. Memaksimalkan perkembangan zaman dan teknologi sebagai sarana untuk menambah kualitas diri. Menjadi pemuda produktif bisa dari menulis berbagai pengalaman kita dan dibagikan ke media sosial, mengikuti kajian atau seminar yang membuat pengetahuan kita bertambah, berorganisasi sebagai salah satu wadah mengembangkan kapasitas diri agar mampu bekerja sama dalam tim.

3. Pemuda yang haus akan ilmu

Sebaiknya waktu muda yang ada kita manfaatkan dengan terus menimba ilmu, serta kita jadikan masa ini sebagai peluang untuk terus menggali potensi dan kualitas diri. Isilah hari-hari dengan terus menambah dan mengasah intelektual serta potensi agar mampu memberi manfaat kepada manusia lainnya.

4. Pemuda anti galau

Kata galau sepertinya sudah sangat identik dengan era milenial, tetapi sebagai seorang pemuda Islam sudah bukan saatnya lagi kita untuk menyelimuti diri dengan kegalauan. Alangkah lebih baiknya kita jadikan masa muda ini untuk terus memperbaiki diri, daripada melamuni dan meratapi sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

Untuk itu, marilah kita menjadi generasi muda idaman yang berkarakter Islami, pewaris sifat-sifat para Nabi. Semoga dengan hadirnya kita sebagai pemuda dan pemudi Islam dapat membawa kebaikan dan keberkahan di mana pun kita berada. Semangat!

Biodata Penulis :

  • Nama : Lathifah Hanum
  • Fakultas : Dakwah dan Komunikasi
  • Jurusan : Komunikasi Penyiaran Islam
  • Semester : VI
  • No Hp : 0857-6762-9904 (wa)
  • Instagram : @lathifahanum_

Latest articles

Tingkatkan Generasi Qur’ani, JPRMI Adakan Tablig Akbar

Medan, Dinamika Online - Dalam rangka meningkatkan generasi qur’ani organisasi Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) mengadakan kajian tabligh akbar dengan mengusung tema...

It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

Judul : It's Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay Genre : Romansa-Drama Sutradara : Park Shin-woo Penulis : Jo...

Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia Penulis : A. Winardi Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tahun...

Satgas Covid-19 Jabarkan Tingkat Kesembuhan Semakin Meningkat

Medan, Dinamika Online -Dilansir dari laman resmi Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menjabarkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dalam seminggu terakhir. Tercatat pertanggal 22 September, jumlah...

Addin 322: Bersahabat dengan Al-Qur’an

Penulis: Rafika Hayati Dalimunthe Al-Qur’an adalah kitab mulia yang diturunkan Allah subḥānahu wa ta’āla kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan menjadi tuntunan serta pedoman...