Ilustrasi : Ditanty Chica Novri

*Penulis: Nazaruddin

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”  (QS. al-Baqarah: 183).

Tak terasa, hari demi hari silih berganti, pekan terus berlalu, bulan berganti bulan tanpa terasa, waktu berjalan begitu cepat sehingga terasa begitu singkat. Setelah melalui hari-hari ditemani beragam aktivitas ibadah di bulan Ramadhan, kini kita sudah sampai di pertengahan bulan Syawal 1439 Hijriyah, setelah melalui hari yang fitri di awal Syawal 1439 H.

Padahal kemarin rasanya, baru saja kita memasuki bulan Ramadhan, bulan yang sangat dirindu dan dinantikan umat Islam (orang-orang yang berahama Islam) akan kedatangannya dan merupakan kesedihan yang mendalam saat ditinggalkannya. Karena Ramadhan merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai macam ibadah khusus yang tidak kita temui di bulan-bulan lainnya, baik ibadah wajib (berpuasa disiang hari, dan berzakat fitrah di akhir penutup Ramadhan) maupun ibadah sunnah (Shalat sunnah tarawih,witir, tadarus al-Qur’an, bersedekah, I’tikaf dan mencari keutamaan malam lailatul Qadr) yang semua amal ibadah tersebut akan dapat menghantarkan kita menjadi hamba Allah Yang bertaqwa  (لعلكم تتقون ( . Sebagaimana Firman Allah Swt:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-Baqarah: 183).

Dari ayat di atas, Allah Swt memberikan perintah terhadap hamba-Nya yang beriman untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, dan konsekuensi dari ibadah puasa tersebut adalah agar menjadi hamba-Nya yang bertaqwa ( لعلكم تتقون ).  Nah, terhadap hamba-Nya yang bertaqwa, Allah Swt banyak memberikan balasan, baik balasan itu dapat kita rasakan di dunia, maupun di Akhirat, Lantas apa saja balasan Allah itu?. yakni diantaranya :

  1. Allah Swt akan berikan jalan keluar (Solusi) ketika hamba-Nya mengahadapi berbagai problematika kehidupan. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt di dalam Qur’an Surah At-Thalaaq  di akhir ayat 2:

“…. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar” (QS.At-Thalaaq: 2). Menurut Imam Ibnu Katsir di dalam tafsirnya Al Mishbaahul Muniir Fii Tahdziibi mengatakan makna dari niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar adalah Allah Swt akan berikan solusi (ide/pemikiran)  yakni dari kesamaran-kesamaran atau kerancuan permasalahan dan jalan keluar dari kesulitan ketika menjelang kematian (Sakratul Maut).

  1. Allah Swt akan berikan rezeki dengan jalan yang tak terduga kepada hamba-Nya yang bertaqwa, hal ini sebagaimana firman Allah Swt dalam Qur’an Sebagaimana Firman Allah Swt di dalam Qur’an Surah at-Thalaaq ayat 3:

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Thalaaq: 3). Di dalam Tafsir Ibnu Katsir, terdapat riwayat Ibnu Mas’ud dan Masruq berkata, makna “dari arah yang tak disangka-sangkanya,” yakni rezeki tersebut datang dari arah yang tidak diperkirakan,tidak diharapkan  dan tidak di angan-angankan.

  1. Allah Swt akan berikan kemudahan dalam segala urusan hamba-Nya yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah Swt di dalam Qur’an surah At-Thalaaq di akhir ayat 4:

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. At-Thalaaq: 4). Menurut Tafsir Ibnu Katsir makna dari ayat tersebut adalah Allah akan berikan kemudahan, (kelancaran dan kesuksesan) dalam segala urusan yang kita laksanakan. Tentunya kita dalam kehidupan di dunia ini tidak pernah terlepas dari segala macam urusan, baik itu urusan keluarga, urusan pekerjaan, urusan kampus, dan lain sebagainya. Maka Allah akan berikan kemudahan tersebut jika kita menjadi hamba-Nya yang bertaqwa.

  1. Allah Swt akan hapuskan kesalahannya dan lipat gandakan pahala kebaikan baginya, hal ini sebagaimana firman Allah Swt di dalam Qur’an surah At-Thalaaq ayat 5:

Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS. At-Thalaaq: 5). Menurut Tafsir Ibnu Katsir, makna dari “Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya” yakni Allah Swt akan menghilangkan dari hamba-Nya bahaya yang ditakuti, dan memberikan pahala yang besar atas pekerjaan yang ringan. Dan menurut jumhur ulama, maksud dari “Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya” terhapusnya dosa-dosa kecil.

  1. Allah Swt akan mengangkat derajatnya, menjadi manusia yang  mulia diantara manusia lainnya. Sebagaimana firman Allah Swt:

… Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. al-Hujurat: 13)

  1. Allah Swt akan berikan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang hanya diberikan terhadap hamba-Nya bertaqwa, hal ini sebagaimana firman Allah Swt di dalam Qur’an surah Ali-Imran ayat 133:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran: 133)

Sebagai kesimpulan, Ibadah Puasa dan ibadah-ibadah sunnah lainnya di dalam bulan suci Ramadhan konsekuensinya adalah menjadikan kita menjadi hamba Allah yang bertaqwa. Orang-orang yang bertaqwa memiliki keutamaan atas balasan Allah terhadap mereka, yakni :

  1. Allah akan berikan jalan keluar dari setiap problematika kehidupan yang di hadapi,
  2. Allah akan berikan rezeki yang tak terduga dan allah cukupkan segala keperluannya,
  3. Allah akan mudahkan segala hal dalam urusannya,
  4. Allah akan hapuskan segala kesalahannya dan lipat gandakan pahala kebaikannya,
  5. Allah akan mengangkat derajatnya lebih mulia diantara manusia lainnya,
  6. Allah akan berikan balasan surga yang luasnya seluas langit dan bumi di akhirat kelak.

Mudah-mudahan, setelah kita menjalani berbagai aktivitas ibadah (Fastabiqul Khoirot) di bulan Ramadhan yang telah berlalu, semua amal ibadah kita diterima Allah Swt dan mampu menghantarkan kita semua menjadi hamba Allah yang bertaqwa serta Allah berikan keistiqomahan diri kita dalam ketaqwaan, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.