Addin 309: Pentingnya Tahsin Al-Qur’an

Ilustrator: Tumbularani

Penulis : Nindya Mirandani Pratiwi

Bagi umat Islam, Al-Qur’an bukanlah benda yang tidak asing lagi. Al-Qur’an ialah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat Islam, salah satu di antaranya yang pertama kali harus kita pelajari dalam membaca Al-Qur’an yaitu tahsin Al-Qur’an.

Tahsin

Tahsin ialah semakna dengan tajwid yang artinya membaguskan bacaan Al-Qur’an yang membuat lebih baik dan benar dari semula. Secara istilah ialah mengeluarkan setiap huruf melalui makhrajnya (tempat keluar huruf) dengan memberi haq dan mustahaq nya dari tempat keluarnya huruf, sifat huruf, gunnah, mad-mad, tarqiq, tafkhim, dan lain sebagainya pada hukum hukum tajwid. Sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surah Al-Muzzammil:4 yang artinya:“atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” 

Berdasarkan ayat di atas, bahwa Allah memerintahkan hamba-hambaNya untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil yang benar dan tidak membaca Al-Qur’an dengan asal-asalan. Agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar seorang umat muslim dituntut untuk mempelajari bacaan Al-Qur’an dengan baik dan benar. Dan istilah itulah yang disebut dengan tahsin tilawah Al-Qur’an.

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid atau Tahsin

Hukum mempelajari ilmu tajwid atau tahsin ialah fardu kifayah. Sedangkan membaca Al-Qur’an dengan tajwid ialah fardu ain atas setiap muslim dan muslimah. Sebagaimana firman Allah pada Q.S. Al-Muzzamil:4 bahwa pada makna suara huruf-hurufnya dan mengetahui waqafnya sebagaimana yang pernah dijelaskan oleh Imam Ali bin Abi Thalib.
Dan Allah juga berfirman yang artinya:“Orang-orang  yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya dan barang siapa yang ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.”

Penting nya mencapai tahsin dalam membaca Al-Qur’an dapat diungkapkan melalui beberapa alasan sebagai berikut :

  1. Perintah Allah Subhanallahu Wa Ta’aala

Keberadaan seseorang dalam keislamannya menuntut yang bersangkutan untuk melaksanakan segala kewajiban yang dibebankan oleh Islam itu sendiri demi kemaslahatan dirinya baik dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat yang merupakan bagian dari keyakinannya.

Dasar semua pelaksanaan perbuatan itu adalah perintah, yakni perintah Allah Subhanallahu Wa Ta’aala yang telah menetapkan Islam sebagai satu-satunya agama yang lurus dan diterima di sisi-Nya. Itulah yang disebut dengan ibadah. Agar ibadah tersebut harus dilaksanakan dengan benar sesuai dengan tuntutan dan tuntunan-Nya.

Menyempurnakan bacaan Al-Qur’an merupakan bagian dari sekian amal bernilai ibadah yang diperintahkan-Nya sebagaimana terdapat dalam Q.S.Al-Muzzaammil:4 dan Q.S. Al-Baqarah:121 yang telah disebutkan. Kesadaran  keimanan menurut Q.S. Al-Baqarah:121, pelaksanaan membaca Al-Qur’an dengan menerapkan prinsip “haqqa tilawah” yakni membaca dengan sebenar-benarnya bacaan sebagaimana ketika ia diturunkan oleh-Nya. Bahkan jika tidak melaksanakannya maka akan terancam dengan kerugian dan kebinasaan abadi di akhirat nanti.

Dengan demikian semangat untuk memepelajari Al-Qur’an dan menyempurnakan bukti kejujuran beriman kepada kitab-Nya.

  1. Bukti tanda bersyukur kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’aala

Allah Subhanallahu Wa Ta’aala telah menjelaskan di dalam Q.S. Al-Kahfi:1 tentang dua nikmat terbesar yang telah diturunkan mendampingi kehidupan manusia yaitu diturunkan nya Al-Qur’an dan diutusnya Rasulullah Shallallahi alaihi wa sallam. 

Surat tersebut diawali dengan lafaz “Alhamdulillah” untuk mengingatkannya. Lafaz tersebut dikenal sebagai ungkapan rasa syukur akan karunia dan nikmat terbesar yang luar biasa yang telah diberikan Allah Subhanallahu Wa Ta’aala yang diturunkan kepada kehidupan manusia terutama umat muslim. 

Di dalam Al-Qur’an hanya ada 5 surat yang diawali lafaz tersebut yang mengisyaratkan bahwa bentuk syukur kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’aala dengan kedua nikmat tersebut maka setiap muslim/muslimah dituntut untuk senantiasa menjadikan dirinya agar semakin cinta dengan Al-Qur’an dengan cara yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

  1. Membiasakan bekerja dengan taqwa

Taqwa adalah target penghambaan yang cukup besar setiap muslim/muslimah kepada Rabb-Nya.
Allah Subhanallahu Wa Ta’aala berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah:21 yang artinya:
“Wahai manusia sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang taqwa” 

Alasan setiap muslim untuk mencapai taqwa adalah agar menjadi hamba yang diperhatikan oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’aala di akhirat nanti (Q.S.Al-Hujurat:13). Agar terhindar dari ancaman Allah Subhanallahu Wa Ta’aala (Q.S.Maryam:71-72). Dan agar menjadi manusia yang pantas mendapatkan janji-Nya yaitu Surga Jannatunna’im(Q.S. Al-Imran: 133)

Apabila diperhatikan pada Q.S Ali-Imran:133 yang artinya : “orang-orang yang bertaqwa yang dijanjikan syurga kepada nya disebut dengan ‘muttaqin’.”

Secara bahasa kata tersebut merupakan sebutan untuk seseorang yang mengindikasikan amal-amal yang dikandung oleh kata kerjanya telah menjadi kebiasaan atau bekerja.

Salah satu bekerja dengan takwa adalah berinteraksi dengan Al-Qur’an sebagaimana diindikasikan tentang kolerasi yang sangat kuat antara sifat mutakin dengan ciri utamanya adalah persahabatan dengan Al-Qur’an yang diyakini tanpa ada keraguan sedikitpun.

  1. Menjadikan sebaik-baiknya manusia

Tahsin sebagai aktivitas memperbaiki bacaan Al-Qur’an mengandung makna bahwa terjadi aktivitas mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

“Sebaik-baiknya kalian adalah yang mempelajarari Al-Qur’an” ( H.R. Bukhari)
Sekiranya tahsin dilaksanakan dengan belajar bersama guru/ustaz/ustazah yang memiliki ilmu yang cukup luas di bidang Ilmu Al-Qur’an dan tanpa menunggu sempurna bacaaan tersebut segera diamalkan dan diajarkan kepada orang lain mengenai materi yang betul-betul telah kita kuasai. Hal ini jika kita belajar tahsin maka akan kita termasuk dalam kategori sebaik-baiknya manusia.

 

  • Nama : Nindya Mirandani Pratiwi
  • Semester: II
  • Jurusan : Fisika
  • Fakultas : Sains dan Teknologi
  • No Hp : 082289033630
  • Medsos : @nindyapratiwidamanik

Latest articles

Addin 311: Hikmah, Hadiah Terindah Dari Yang Maha Indah

“Hikmah adalah aset orang mukmin yang tercecer. Di mana pun ia menemukannya maka ialah yang paling berhak memilikinya.” (Hikmah) Dalam hidup sering kali kita bertemu...

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...

Gelar Seminar, Sema FSH: Kita Gali Ilmu Pengetahuan Terhadap Hukum

Medan, Dinamika Online - Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan seminar daring bertajuk "Menggagas Penegakan Hukum Pidana di Indonesia pada Era...

FEBI Lahirkan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-73

Medan, Dinamika Online - UIN Sumatera Utara mewisudakan sebanyak 649 wisudawan/ti pada sidang senat terbuka. Wisuda ke-73 yang berlangsung di Aula Utama Kampus II...

5 Tips Berani Bicara, Himatika Adakan Diskusi Online

Medan, Dinamika Online – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU adakan diskusi online dengan mengangkat tema “Berani Bicara, Tunjukkan Kualitas...