Addin 308: Belajar Sebagai Saluran Dakwah

Ilustrator: Putry Ayu Dahniar

“Mencari Ilmu (Belajar) Itu Wajib Hukumnya Bagi Setiap Muslim Laki-Laki Maupun Perempuan” (Hr.Ibnu Abdil Barr)

Banyak hadis yang menunjukkan betapa pentingnya belajar dan menuntut ilmu dalam islam, demikian juga yang terdapat dalam Al-Qur’an Al-Kareem. Hal ini merupakan sebuah indikasi betapa pentingnya belajar dan menuntut ilmu bagi manusia. Dalam konsep islam, ilmu memiliki peranan yang sangat penting, sehingga hampir setiap saat manusia tidak pernah lepas dari aktivitas belajar.

Terkait dengan pandemi Covid-19 yang mengharuskan para pelajar dan pengajar untuk belajar dan mengajar di rumah.Tidak ada alasan untuk tidak mau belajar. Jarak bukanlah menjadi pemisah, Jarak bukanlah suatu penghambat. Jadikan fenomena sosial Covid-19 ini menjadi bermanfaat untuk dunia akhirat. Belajar juga berarti berdakwah, banyak hal yang bisa menjadi media untuk belajar. Belajar di sekolah, belajar dari alam, dan juga belajar dari rumah yang saat ini sedang kita laksanakan. Ki Hajar Dewantara Mengatakan, “Semua orang adalah guru, dan semua rumah adalah sekolah”.

Dalam kondisi belajar saat ini setidaknya para pelajar dapat memahami bahwa dalam islam, menuntut ilmu itu hukumnya wajib. No Objection No Reason. Tidak ada alasan untuk tidak mau belajar. Seorang muslim tidaklah cukup hanya dengan menyatakan keislamannya tanpa berusaha untuk memahami islam dan mengamalkannya. Pernyataannya harus dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi dari pengakuan bahwa kita sudah ber-Islam, itu membutuhkan ilmu.

Menuntut ilmu itu wajib bagi muslim maupun muslimah. Ketika sudah turun perintah Allah yang mewajibkan suatu hal, sebagai muslim yang harus kita lakukan adalah Sami’na wa atha’na, kami dengar dan kami taat. Sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasulnya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum diantara mereka hanyalah mengatakan, “Kami Dengar dan Kami Taat”. Dan hanya merekalah orang-orang yang berbahagia.” (QS. An-Nuur [24] : 51)

Dunia tidak pernah menyangka bahwa ada sebuah wabah yang sangat menyorot perhatian dunia. Dalam kondisi wabah Covid-19 ini, Pemerintah menetapkan kebijakan  karantina wilayah. Sebagaimana yang telah islam tetapkan, bahwa Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :

Apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada di tempat itu maka janganlah keluar darinya.” (HR: Imam Muslim).

Namun, apa daya penyebaran Covid-19 ini juga berimbas dalam dunia pendidikan. Dengan kebijakan pemerintah bahwa Kemendikbud telah mengeluarkan surat edaran dengan meniadakan KBM di kelas. Berdasarkan dengan hal ini, belajar dari rumah juga menjadi kebijakan yang harus diambil dalam daulah Khilafah. Tetapi perlu kita ingat bahwa segala yang terjadi pasti ada sisi baik dan manfaatnya. Belajar dari rumah bisa kita jadikan sebagai saluran dakwah, kenapa demikian? Seperti yang kita ketahui dakwah berasal dari bahasa arab yaitu Da’a, Dakwatan yang berarti mengajak, menyeru, menyampaikan pesan. Dan ini merupakan suatu kewajiban umat muslim yang terkandung dalam surah Ali Imran ayat 104 :

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang Ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Sesunggunya merekalah orang-orang yang beruntung.” (Qs : Ali Imran : 140)

Dari ayat tersebut jika dikaitkan dengan ilmu (Belajar) dapat ditafsirkan bahwa belajar sebagai saluran dakwah, dengan kita menuntut ilmu, mengkajinya dan diharapkan kita bisa menyampaikan kepada orang lain serta mengajak orang lain untuk bersama sama belajar itu sudah membawa nilai dakwah itu sendiri. Dan karena dalam berdakwah kita juga pasti memerlukan ilmu, dan salah satu media untuk menuntut ilmu adalah dengan belajar.

Belajar juga sudah menjadi kebutuhan umat, baik itu umat muslim maupun non muslim tidak ada batasan umur, tingkatan, agama, ras, dan lain sebagainya. Dilihat dari sudut pandang islam, ilmu sangatlah penting, terutama dalam menentukan hal yang menyangkut tentang ibadah semuanya butuh ilmu. Maka dari itu terkait pandemi ini walaupun tetap di rumah saja pelajar harus tetap mengkaji ilmu dengan belajar.

Perlu ketahui bahwa dengan belajar di rumah ada beberapa manfaat yang kita peroleh, selain kita dapat memahami bahwa menuntut ilmu wajib hukumnya bagi umat muslim tidak ada halangan atau batasan untuk menuntut ilmu .

Berikut manfaat belajar di rumah terkait fenomena Covid-19 yang bisa meningkatkan ketaqwaan kita kepada sang khaliq :

1. Belajar di rumah meningkatkan hubungan kita dengan Allah (Hablumminallah)

Dengan belajar di rumah, kita senantiasa untuk lebih ditekankan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain belajar secara akademik di rumah, dengan pembatasan sosial ini kita juga belajar untuk menguatkan ketaqwaan kita kepada Allah, karena kita banyak menghabiskan waktu dengan di rumah saja  jadi  banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada sang pencipta, dengan bertawakal, bersyukur, melaksanakan kewajiban Sholat dengan lebih giat, mengkaji Al-qur’an serta mengamalkannya. Jika fenomena ini tidak menyadarkan kita juga, harus dengan cara apalagi Allah mengingatkan kita agar tunduk dan taat kepada-nya.

2. Belajar di rumah dapat meningkatkan ukhuwah islamiyah bersama keluarga

Dengan belajar di rumah dapat meningkatkan ukhuwah dalam keluarga yang lebih baik dan lebih dekat, karena seperti yang kita ketahui dan kita rasakan bahwa kita banyak menghabiskan waktu di sebuah tempat untuk menuntut ilmu yang biasa disebut dengan sekolah ataupun pembelajaran diluar.

Sehingga waktu kita untuk bercengkrama dengan keluarga menjadi terbatas. Jadi dengan adanya fenomena ini sehingga kita harus belajar dari rumah, menjadi kesempatan kita untuk melayani orang tua dan meningkatkan rasa bakti kita kepada mereka. Karena setelah masa pandemi ini habis kita akan dibatasi oleh jarak karena kita akan kembali untuk melanjutkan perjuangan dan mengejar cita-cita di dunia pendidikan.

Biodata Penulis

  • Penulis : Dina Ika Sintia
  • Prodi : Ilmu Komunikasi
  • Semester : 2
  • Fakultas : Ilmu Sosial UINSU
  • WA : 082272878399
  • Ig : @Sintiadina12
  • Fb : Dinaa Ika Sintya

Latest articles

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...

Gelar Seminar, Sema FSH: Kita Gali Ilmu Pengetahuan Terhadap Hukum

Medan, Dinamika Online - Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan seminar daring bertajuk "Menggagas Penegakan Hukum Pidana di Indonesia pada Era...

FEBI Lahirkan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-73

Medan, Dinamika Online - UIN Sumatera Utara mewisudakan sebanyak 649 wisudawan/ti pada sidang senat terbuka. Wisuda ke-73 yang berlangsung di Aula Utama Kampus II...

5 Tips Berani Bicara, Himatika Adakan Diskusi Online

Medan, Dinamika Online – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU adakan diskusi online dengan mengangkat tema “Berani Bicara, Tunjukkan Kualitas...

UIN SU Wisudakan 649 Mahasiswa

Medan, Dinamika Online - UIN SU mewisudakan sebanyak 649 mahasiswa pada sidang senat terbuka Wisuda ke-73. Prosesi ini berlangsung di Aula Utama Kampus II...